Pupuk Subsidi Lampung Aman Jelang Musim Tanam
- account_circle Andi
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

Pupuk Subsidi Lampung Dipastikan Aman untuk Petani
Lampung, TIPIKAL.ID — Pupuk Subsidi Lampung dipastikan tersedia dalam kondisi aman menjelang musim tanam 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pemerintah telah memangkas rantai birokrasi distribusi pupuk agar petani bisa menebus pupuk lebih cepat dan tepat waktu.
Zulhas menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri kegiatan rembuk tani di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Selain itu, pemerintah juga fokus menjaga produktivitas pertanian demi mendukung target swasembada pangan nasional.
“Kalau dulu jalurnya terlalu panjang dan banyak persetujuan, sekarang lebih langsung,” kata Zulhas.
-
Penyaluran Pupuk Subsidi Capai 282 Ribu Ton
Pemerintah mencatat penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung hingga akhir April 2026 mencapai 282.796 ton. Jumlah tersebut setara sekitar 40 persen dari total alokasi pupuk subsidi tahun ini yang mencapai 713.970 ton.
Selain itu, pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan distribusi pupuk kini berjalan lebih efektif dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah juga mengklaim reformasi kebijakan distribusi mampu mempercepat akses pupuk bagi petani.
Zulhas menjelaskan proses distribusi sebelumnya sering tersendat akibat prosedur administrasi berlapis.
Namun kini, pemerintah menerapkan pola distribusi yang lebih sederhana sehingga pupuk bisa langsung tersalurkan ke petani.
-
Petani Kini Lebih Mudah Menebus Pupuk
Dalam dialog bersama petani, Zulhas menyebut mayoritas petani mengaku proses penebusan pupuk subsidi saat ini jauh lebih mudah. Bahkan, petani sudah bisa menebus pupuk sebelum musim tanam berlangsung.
“Sekarang distribusi pupuk jauh lebih mudah karena jalurnya sudah dipangkas,” ujar Zulhas.
Selain itu, pemerintah terus mengawasi distribusi pupuk agar penyaluran tepat sasaran. Petani yang telah terdaftar dalam kelompok tani kini juga dapat menebus pupuk menggunakan KTP sesuai aturan terbaru pemerintah.
Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Lampung yang selama ini menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Pemerintah Fokus Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Selain memastikan distribusi pupuk berjalan lancar, pemerintah juga menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Dalam forum tersebut, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram guna menjaga pendapatan petani tetap stabil.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan produksi pertanian.
“Kami memastikan pupuk tersedia dan bisa ditebus tepat waktu,” tegasnya.
Pemerintah juga terus memantau distribusi pupuk hingga tingkat kios dan petani agar seluruh kebutuhan musim tanam dapat terpenuhi secara maksimal. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



