Kakanwil Kemenag Lampung: Muhammad Riski Ivan Bukti Talenta Siber
- account_circle Andi
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- print Cetak

Oplus_16908288
Kakanwil Kemenag Lampung Sebut Madrasah Cetak Talenta Siber Dunia
Bandar Lampung, Tipikal.id — Muhammad Riski Ivan menjadi bukti madrasah mampu mencetak talenta siber berkelas dunia. Kakanwil Kemenag Lampung Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., menyampaikan hal itu setelah siswa MAN 1 Bandar Lampung tersebut mendapat undangan menghadiri Black Hat USA 2026, salah satu konferensi keamanan siber internasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan lulusan madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di bidang teknologi informasi hingga tingkat dunia.
-
Prestasi Bug Bounty Tuai Apresiasi
Zulkarnain mengawali pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Riski melalui program bug bounty. Ia menilai capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah, Provinsi Lampung, dan Indonesia.
“Yang pertama, saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat. Saya sangat bangga atas prestasi yang diraih Riski Muhammad Ivan. Prestasi di bidang Bug Bounty ini luar biasa,” ujarnya kepada NU Media Jati Agung Rabu (15/7/2026).
Selanjutnya, Zulkarnain menilai undangan ke Black Hat USA 2026 membuktikan kemampuan luar biasa yang dimiliki siswa madrasah.
“Ia mampu menembus konferensi internasional dan bahkan menemukan berbagai celah keamanan untuk membantu memproteksi platform digital, termasuk milik Microsoft dan NASA. Ini membuktikan bahwa siswa Madrasah Aliyah tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi,” lanjutnya.
-
Digitalisasi Madrasah Terus Berkembang
Selain memberikan apresiasi, Zulkarnain menegaskan digitalisasi telah menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan madrasah. Karena itu, setiap peserta didik perlu mengembangkan bakat dan potensi sesuai kemampuannya.
“Digitalisasi memang telah kita terapkan di madrasah. Tinggal bagaimana bakat dan potensi peserta didik terus kita kembangkan,” jelasnya.
Ia berharap lulusan madrasah memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional.
“Harapannya, lulusan madrasah tidak hanya memiliki kecerdasan spiritual melalui penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki kecerdasan intelektual dan emosional,” Imbuhnya.
-
Ivan Disebut Aset Bangsa
Lebih lanjut, Zulkarnain menilai prestasi Riski sudah berada pada level yang layak mendapat perhatian negara. Menurutnya, kemampuan yang telah diakui dunia internasional merupakan aset penting bagi Indonesia.
“Bagi kami, Ivan adalah aset besar bangsa dan negara,” tagas Zulkarnain.
Karena itu, ia mendorong pemerintah memberikan dukungan agar potensi tersebut terus berkembang.
“Karena itu, negara harus hadir memberikan fasilitasi. Ke depan, tentu kita akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait, seperti bidang siber negara, badan intelijen, dan instansi lainnya,” Kata dia.
Ia juga menegaskan pengakuan internasional menjadi alasan kuat mengapa prestasi Riski perlu mendapat perhatian serius.
“Prestasi ini patut menjadi perhatian serius karena bahkan negara sebesar Amerika Serikat telah mengakui kemampuannya,” ungkapnya.
-
Madrasah Kembangkan Ilmu Agama dan Teknologi
Sementara itu, Zulkarnain menegaskan madrasah terus mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik pada bidang keagamaan maupun sains dan teknologi.
“Ke depan, seluruh madrasah di Provinsi Lampung maupun di Indonesia harus terus mengembangkan seluruh potensi peserta didik,” lanjutnya.
Menurutnya, madrasah mampu memadukan pendidikan agama dan pendidikan umum secara seimbang.
“Madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan agama. Di madrasah, termasuk yang berbasis pondok pesantren, seluruh pelajaran agama diajarkan secara lengkap dan komprehensif. Namun, di sisi lain, pelajaran umum, sains, dan teknologi juga diajarkan secara utuh,” Ujarnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak ragu memilih madrasah sebagai tempat pendidikan anak.
“Karena itu, orang tua tidak perlu ragu menyekolahkan anaknya di madrasah maupun pondok pesantren,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan Riski menjadi bukti nyata kualitas lulusan madrasah.
“Prestasi Ivan membuktikan kepada kita semua bahwa lulusan madrasah mampu bersaing dan berprestasi hingga tingkat internasional,” tegasnya.
-
Pesan untuk Seluruh Siswa Madrasah
Pada kesempatan yang sama, Zulkarnain mengajak seluruh siswa madrasah agar berani bermimpi dan terus berusaha.
“Kepada seluruh siswa madrasah, saya berpesan agar berani bermimpi dan terus berusaha. Man Jadda wa Jadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” Tegas Zulkarnain.
Ia juga meminta peserta didik terus menggali potensi yang dimiliki.
“Terus gali potensi yang dimiliki. Terapkan pembelajaran yang mampu melihat keunggulan setiap anak, kemudian kembangkan, dukung, dan fasilitasi sesuai kemampuan madrasah,” pesannya.
-
Kolaborasi Dukung Prestasi Madrasah
Selain itu, Zulkarnain mengakui madrasah memiliki keterbatasan anggaran. Namun, ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak mampu memperkuat dukungan terhadap lahirnya lebih banyak prestasi.
“Memang anggaran madrasah tidak selalu besar. Namun, kita dapat membangun kolaborasi dengan para pengusaha dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan demi mendukung prestasi peserta didik,” ungkapnya.
-
Jangan Pernah Minder
Di akhir pernyataannya, Zulkarnain mengajak seluruh siswa Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Ibtidaiyah agar percaya diri mengembangkan kemampuan, termasuk di bidang digital.
“Saya juga berpesan kepada seluruh siswa Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Ibtidaih, baik negeri maupun swasta, jangan pernah berputus asa dan jangan pernah merasa minder,” imbuhnya.
Ia berharap prestasi Riski menjadi inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Indonesia. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



