Shalat Istisqa Lampung, Gubernur Ajak Warga Muhasabah
- account_circle Andi
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- print Cetak

Oplus_16908288
Shalat Istisqa Jadi Ikhtiar Warga Lampung Hadapi Kemarau
LAMPUNG, Tipikal.id — Shalat istisqa menjadi ikhtiar Pemerintah Provinsi Lampung bersama masyarakat untuk memohon hujan, keselamatan, dan keberkahan di tengah kemarau panjang. Pemprov Lampung menggelar shalat istisqa di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/9/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum. turut mengikuti kegiatan tersebut. Pemerintah dan masyarakat memanjatkan doa di tengah kemarau panjang serta kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan tersebut mengusung tema, “Mari Tundukkan Hati, Bersama dalam Doa, Memohon Turunnya Hujan sebagai Rahmat, serta Keselamatan dan Keberkahan bagi Kita Semua.”
-
Pejabat dan Tokoh Agama Ikuti Shalat Istisqa
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat mengikuti shalat istisqa. Mereka antara lain Gubernur Lampung, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung beserta Ketua DWP Provinsi Lampung, Kapolda Lampung, Kepala BIN Daerah Provinsi Lampung, jajaran TNI, serta sejumlah instansi vertikal.
Selain itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Lampung, Forkopimda, Ketua MUI Provinsi Lampung, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung, Ketua FKUB Provinsi Lampung, pimpinan organisasi dan lembaga keagamaan, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah turut mengikuti kegiatan.
Gubernur Lampung Ajak Masyarakat Muhasabah
-
Kemarau Panjang Mulai Berdampak
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan masyarakat Lampung tengah menghadapi ujian berupa erupsi Gunung Anak Krakatau dan kemarau panjang.
“Beberapa waktu ini kita merasakan bersama, daerah kita, Provinsi Lampung yang kita cintai ini sedang diuji dengan erupsi Gunung Anak Krakatau dan juga kemarau yang panjang,” ujar Gubernur.
Menurut Mirzani, kondisi tersebut mulai memengaruhi kehidupan masyarakat. Sumber air mulai mengering, sementara pasokan air untuk lahan pertanian terus berkurang.
Selain itu, debu dan panas ekstrem juga dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
Karena itu, Mirzani mengajak masyarakat menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri.
“Dalam Islam, tentunya musibah kekeringan ini bukan hanya fenomena alam biasa. Ini adalah saatnya kita semua untuk bermuhasabah, untuk introspeksi diri,” katanya.
-
Pemerintah Terus Perkuat Ikhtiar
Mirzani mengatakan pemerintah bersama berbagai pihak terus mengambil langkah untuk menghadapi kondisi tersebut.
Pemerintah melakukan mitigasi aktivitas Gunung Anak Krakatau, menangani kekeringan dan kebakaran, serta menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Namun, Mirzani mengingatkan bahwa manusia tetap memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai kondisi.
“Sebesar apa pun ikhtiar pemerintah, sebesar apa pun ikhtiar masyarakat, sebesar apa pun ikhtiar seluruh makhluk di muka bumi ini, kita tetap memiliki keterbatasan,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat mengiringi ikhtiar nyata dengan doa dan kepasrahan kepada Allah SWT.
-
Shalat Istisqa Perkuat Ketakwaan
Mirzani menegaskan bahwa shalat istisqa tidak hanya menjadi sarana untuk memohon hujan. Menurutnya, ibadah tersebut juga menjadi momentum untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar, memohon ampun, dan memperkuat ketakwaan.
“Mari bersama-sama dengan hati yang tulus, dengan hati yang ikhlas, tidak ada kebencian, tidak ada dendam, tidak ada hasrat, tidak ada dengki. Dengan niat tobat, dengan hati yang ikhlas, mari kita ketuk pintu langit dengan doa-doa yang tulus,” ajaknya.
Gubernur berharap Allah SWT mengampuni dosa masyarakat dan menerima taubat. Ia juga berharap hujan segera turun, membawa keberkahan, menghidupkan bumi, serta memberikan manfaat bagi manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
Kemenag Lampung Dorong Doa dan Ikhtiar
-
Zulkarnain Jelaskan Makna Shalat Istisqa
Kakanwil Kemenag Lampung Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum. mengatakan shalat istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual umat Islam ketika menghadapi kekeringan dan membutuhkan hujan.
Menurut Zulkarnain, shalat istisqa juga mengandung pesan agar manusia menyadari keterbatasannya dan menggantungkan harapan kepada Allah SWT.
“Shalat istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, dan memperkuat ketakwaan,” kata Zulkarnain.
Selain berdoa, Zulkarnain mengingatkan masyarakat agar terus melakukan ikhtiar nyata. Masyarakat juga perlu mengikuti arahan pemerintah serta menjaga keselamatan dan kesehatan dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan kemarau.
“Doa dan ikhtiar harus berjalan bersama. Kita memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan sebagai rahmat, tetapi ikhtiar untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan lingkungan juga harus terus dilakukan,” ujarnya.
-
Kemenag Ajak Masyarakat Laksanakan Shalat Istisqa
Zulkarnain menyambut ajakan Gubernur Lampung agar masyarakat melaksanakan shalat istisqa secara lebih luas di berbagai wilayah.
“Kami mengajak jajaran Kementerian Agama, para ulama, penyuluh agama, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan doa dan shalat istisqa di masjid, mushala, pondok pesantren, serta tempat-tempat berjamaah di daerah masing-masing,” tutur Zulkarnain.
Ia berharap doa bersama tersebut menjadi ikhtiar batin masyarakat Lampung dalam menghadapi kondisi yang terjadi.
Doa untuk Keselamatan Masyarakat Lampung
“Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita, menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, memberikan keselamatan kepada seluruh masyarakat Lampung, serta memberikan kekuatan kepada kita dalam menghadapi setiap ujian,” pungkasnya.
Shalat istisqa berlangsung khidmat. Para jamaah mengikuti rangkaian ibadah dan doa dengan penuh kekhusyukan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Lampung memanjatkan doa agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi manusia serta lingkungan. Mereka juga memohon perlindungan di tengah kemarau panjang dan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Penulis: Andi




