Hari Kebebasan Pers Soroti Dampak AI pada Media
- account_circle Andi
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- print Cetak

Hari Kebebasan Pers Bahas Dampak AI di Dunia Jurnalistik
Bandar Lampung, TIPIKAL.ID — Hari Kebebasan Pers menjadi momentum refleksi bagi insan media dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).
Forum Wartawan Independen Nusantara (For-WIN) menggelar peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia pada Selasa (05/05/2026) di Bandar Lampung dengan mengangkat tema dampak AI terhadap kebebasan pers dan media.
-
For-WIN Gelar Diskusi Bersama Narasumber
Kegiatan berlangsung di Gedung Sekretariat DPW Gerakan Rakyat, Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Selain itu, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, kepolisian, dan praktisi media.
Ketua Umum For WIN, Aminudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada semua narasumber dan undangan yang telah hadir. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pers di tengah perkembangan teknologi,” ujarnya.
-
Pemerintah Soroti Adaptasi Teknologi AI
Selanjutnya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan bahwa perkembangan AI membawa perubahan besar dalam dunia informasi.
Oleh karena itu, ia meminta insan pers untuk mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa insan pers harus menjaga akurasi dan etika di tengah derasnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
-
Dunia Pendidikan Dorong Pemanfaatan AI
Di sisi lain, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Suslina Sari, menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam dunia pendidikan. Ia mendorong pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, ia melihat transformasi digital sebagai peluang untuk memperkuat sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
-
Kepolisian Tekankan Sinergi Informasi
Sementara itu, perwakilan Polda Lampung, Kompol Andri Yulianto, menyampaikan pentingnya sinergi antara pers dan aparat penegak hukum.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kabid Humas karena agenda mendadak.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang baik dapat menjaga stabilitas informasi di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat.
-
Sorotan Kriminalisasi Pers Meningkat
Kemudian, Sekretaris Jenderal For-WIN, Wesly H Sihombing, menyoroti meningkatnya kasus kriminalisasi terhadap pers.
Ia meminta seluruh pihak untuk tidak membedakan media atau wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa seluruh insan pers berpedoman pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
-
Kegiatan Jadi Ruang Diskusi dan Refleksi
Selain itu, kegiatan diikuti oleh peserta dari organisasi pers, wartawan, ormas, dan LSM. Panitia menutup acara dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.
Dengan demikian, peringatan Hari Kebebasan Pers ini menjadi ruang diskusi strategis untuk menjaga independensi dan kredibilitas media di tengah perkembangan AI. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



