Santri Kabur dari Pondok, Wali Santri Soroti Keamanan
- account_circle Andi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

Santri Kabur dari Pondok Pesantren Darul Fattah Kampus II Natar
Lampung Selatan, Tipikal.id — Santri kabur dari Pondok Pesantren Darul Fattah Kampus II di Kecamatan Natar memicu pertanyaan dari pihak keluarga terkait sistem keamanan dan komunikasi yang diterapkan oleh pihak pondok. Keluarga mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendatangi langsung lingkungan pesantren.
Pondok pesantren tersebut berada di Jalan Batu Puru, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Salah seorang keluarga wali santri menyampaikan kekecewaannya setelah keponakannya meninggalkan lingkungan pondok tanpa sepengetahuan keluarga.
-
Keluarga Pertanyakan Sistem Keamanan Pondok
In, paman salah seorang santri, mempertanyakan sistem keamanan yang berlaku di lingkungan pondok. Menurutnya, keluarga tidak menerima informasi dari pihak pesantren terkait keluarnya santri tersebut.
“Keponakan kami bisa keluar dari pondok. Artinya, kami mempertanyakan bagaimana sistem keamanannya. Yang lebih membuat kami kecewa, pihak pondok tidak memberikan kabar kepada keluarga. Kalau bukan keluarga kami yang datang ke pondok, kami tidak tahu bagaimana kabarnya,” ujar In.
Selain itu, keluarga juga menyoroti mekanisme komunikasi antara pihak pondok dan wali santri. Mereka berharap pihak pesantren memberikan informasi secara cepat apabila terjadi kejadian yang melibatkan santri.
-
Keluarga Ingin Memindahkan Santri
Selanjutnya, In mengungkapkan keinginan keluarga untuk memindahkan keponakannya ke Pondok Pesantren Darul Fattah yang berada di Bandar Lampung.
Namun, menurutnya, proses pemindahan tersebut belum dapat dilakukan. Karena itu, keluarga meminta solusi dari pihak pesantren terkait status pendidikan santri dan biaya yang telah dibayarkan.
“Kami ingin memindahkan keponakan kami ke Darul Fattah yang di Bandar Lampung, tetapi tidak bisa. Kalau memang tidak bisa, kami meminta uang yang sudah kami masukkan ke pondok dikembalikan. Nilainya sekitar Rp20 juta lebih,” tegas In.
-
Media Berupaya Meminta Klarifikasi
Sementara itu, awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala SMPQDF Lampung Selatan, Agus Prayitno, M.Pd., terkait keluhan yang disampaikan keluarga santri.
Pada kunjungan pertama, awak media bertemu dengan seseorang bernama Afiq. Kemudian pada kunjungan berikutnya, awak media menemui petugas keamanan bernama Yasir.
Menurut Yasir, pihak yayasan maupun kepala sekolah tidak berada di lokasi saat awak media datang.
“Pihak yayasan dan kepala sekolah tidak ada di tempat,” ujar Yasir saat ditemui awak media, Minggu (8/8/2026).
-
Pihak Pondok Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pondok Pesantren Darul Fattah Kampus II Natar belum memberikan klarifikasi terkait keluhan keluarga santri mengenai sistem keamanan, komunikasi dengan wali santri, proses pemindahan santri, maupun persoalan biaya yang disampaikan.
Meski demikian, media tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak Pondok Pesantren Darul Fattah, yayasan, maupun pihak terkait lainnya sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
- Penulis: Andi



