Selat Hormuz Dibuka, Trump Yakin AS-Iran Segera Deal
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- print Cetak

Trump Sebut Kesepakatan AS dan Iran Hampir Final
Jakarta, TIPIKAL.ID — Selat Hormuz dibuka menjadi salah satu poin utama dalam kesepakatan yang tengah dinegosiasikan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kedua negara segera mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun Truth Social miliknya pada Minggu (24/5/2026). Selain itu, dia menegaskan bahwa proses negosiasi sebagian besar sudah selesai dan kini menunggu tahap finalisasi dari sejumlah pihak terkait.
“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain,” tulis Trump di Truth Social.
-
Trump Klaim Komunikasi dengan Pemimpin Timur Tengah
Trump juga mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Raja Yordania Abdullah II terkait proses kesepakatan tersebut.
Selain membahas stabilitas kawasan Timur Tengah, Trump menyebut pembukaan Selat Hormuz menjadi bagian penting dari perjanjian yang segera diumumkan.
“Selain banyak elemen lain dari Perjanjian tersebut, Selat Hormuz akan dibuka,” tulis Trump.
Kesepakatan Disebut Bahas Gencatan Senjata dan Minyak Iran
-
Axios Ungkap Isi Draf Perjanjian
Sementara itu, laporan Axios menyebut sejumlah poin penting dalam kesepakatan yang hampir ditandatangani tersebut. Berdasarkan sumber pejabat AS, perjanjian mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.
Selain itu, Iran disebut dapat kembali menjual minyak secara bebas setelah Selat Hormuz dibuka kembali. Di sisi lain, AS dan Iran juga akan melanjutkan negosiasi terkait pembatasan program nuklir Teheran.
Kesepakatan tersebut dinilai dapat mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Karena itu, pasar energi global juga berpotensi mendapat dampak positif melalui berkurangnya tekanan terhadap pasokan minyak dunia.
Namun demikian, hingga kini belum ada kepastian apakah kesepakatan tersebut mampu menciptakan perdamaian jangka panjang antara kedua negara.(Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



