Visa Piala Dunia Jadi Hambatan Penggemar ke Amerika Serikat
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- print Cetak

Visa Piala Dunia Menghalangi Ribuan Penggemar Hadiri Turnamen 2026
Jakarta, tipikal.id — Visa Piala Dunia menjadi kendala besar bagi banyak penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Sejumlah pendukung dari berbagai negara mengaku gagal memperoleh visa meskipun mereka telah membeli tiket pertandingan dan menyiapkan biaya perjalanan. Situasi tersebut memicu kekecewaan karena banyak suporter merasa kehilangan kesempatan mendukung tim nasional mereka secara langsung.
-
Penggemar Irak Kehilangan Kesempatan Menonton Tim Nasional
Abdulla Adnan menjadi salah satu penggemar yang terdampak. Setelah Irak memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 pada akhir Maret, ia langsung membeli tiket pertandingan Irak melawan Norwegia dan Prancis yang akan berlangsung di Boston dan Philadelphia.
“Pergi ke pertandingan, ke stadion, ke tengah kerumunan, bersorak, dan melihat tim saya itu sangat berharga bagi saya,” katanya.
“Itu adalah perasaan yang tidak dapat dibandingkan dengan perasaan lainnya.“
Namun, penangguhan layanan konsuler Amerika Serikat di Irak membuat Adnan tidak dapat mengajukan visa. Ia kemudian mencoba mendapatkan visa melalui Kedutaan Besar AS di Yordania. Meski demikian, petugas kedutaan menolak permohonannya karena ia bukan warga negara Yordania.
Adnan menghabiskan sekitar US$1.800 untuk tiket pertandingan dan perjalanan ke Yordania. Setelah mempertimbangkan opsi mengajukan visa di Turki, ia akhirnya membatalkan rencananya karena proses yang tidak pasti dan memakan waktu.
-
Kebijakan Visa AS Picu Kritik dari Penggemar Afrika
Kebijakan visa Amerika Serikat juga memicu kritik dari sejumlah penggemar asal Afrika. Presiden Donald Trump memberlakukan pembatasan visa lebih ketat terhadap beberapa negara, termasuk Haiti, Iran, Senegal, dan Pantai Gading yang menjadi peserta Piala Dunia 2026.
Julien Kouadio Adonis dari asosiasi pendukung tim nasional Pantai Gading menilai kebijakan tersebut tidak adil.
“Ini adalah bentuk segregasi yang tidak berani disebutkan namanya, tetapi buktinya ada. Tidak ada negara Eropa yang menghadapi pembatasan seperti ini. Mengapa Afrika?” kata Adonis.
Karena aturan tersebut, asosiasi pendukung Pantai Gading memutuskan tidak mengirim rombongan suporter ke Amerika Serikat.
“Sepak bola adalah tontonan dan tontonan membutuhkan penonton,” katanya, seraya menambahkan bahwa AS telah “melenceng”.
-
Tingkat Penolakan Visa Masih Tinggi
Analisis BBC terhadap data Departemen Luar Negeri AS menunjukkan tingkat penolakan visa warga dari 11 negara peserta Piala Dunia mencapai lebih dari 40 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata tingkat penolakan visa bisnis dan wisata yang mencapai 34 persen.
Kondisi ini membuat banyak penggemar ragu membeli tiket pertandingan karena mereka belum tentu memperoleh visa. Selain itu, pemohon visa harus membayar biaya sebesar US$185, mengikuti wawancara langsung, serta membuktikan kemampuan finansial dan niat kembali ke negara asal.
-
FIFA Pass Percepat Proses, Tetapi Tidak Menjamin Persetujuan
FIFA menghadirkan FIFA Pass untuk membantu pemegang tiket mendapatkan jadwal wawancara visa lebih cepat. Namun, fasilitas tersebut tidak menjamin persetujuan visa.
“FIFA Pass adalah langkah positif karena berupaya memprioritaskan pemegang tiket untuk wawancara visa,” kata Celine Atallah, pengacara imigrasi di dekat Boston.
Namun ia menambahkan bahwa meskipun prosesnya lebih cepat, hal itu tidak meningkatkan kemungkinan visa disetujui.
“Sistem visa adalah penjaga gerbang tak terlihat Piala Dunia,” kata Atallah.
“FIFA dapat menjual tiket, tetapi pemerintah AS yang menentukan siapa yang mendapat visa, dan CBP [Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan] yang menentukan siapa yang benar-benar masuk.”
-
Penggemar Yordania Mengaku Sulit Mendapatkan Visa
Abu Kass, ketua asosiasi penggemar sepak bola Yordania, juga mengalami penolakan visa. Padahal, ia telah membawa lebih dari 42 dokumen saat mengikuti wawancara visa di Amman.
“Mereka telah menolak orang selama tiga hingga empat bulan terakhir,” katanya.
“Piala Dunia ini bukan milik kami,” kata Kass.
“Ini bukan untuk orang Arab, Piala Dunia ini untuk mereka. Jika ketua asosiasi penggemar saja ditolak, siapa yang akan diterima?”
-
Pemerintah AS Tegaskan Proses Pemeriksaan Tetap Ketat
Departemen Luar Negeri AS menyatakan pemerintah siap menyambut pengunjung dari seluruh dunia selama Piala Dunia 2026. Meski demikian, pemerintah tetap menerapkan pemeriksaan ketat terhadap seluruh pemohon visa.
Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS, pemerintah akan memastikan setiap pemohon tidak menimbulkan risiko terhadap keamanan negara sebelum memberikan izin masuk.
Sementara itu, sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 pertandingan termasuk partai final akan digelar di berbagai kota di negara tersebut. Karena itu, kebijakan visa diperkirakan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi kehadiran penggemar internasional sepanjang turnamen.(Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



