Pulau Sampah Muara Angke Muncul Akibat Sedimentasi
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- print Cetak

Oplus_16908288
Pulau Sampah Muara Angke Jadi Sorotan Setelah Viral di Media Sosial
Jakarta, tipikal.id — Pulau Sampah Muara Angke kembali menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan hamparan sampah di pesisir Jakarta Utara viral di media sosial. Tumpukan sampah yang berada sekitar 600 hingga 700 meter dari daratan itu menyerupai pulau kecil di kawasan pesisir Muara Angke. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut sedimentasi menjadi penyebab utama terbentuknya endapan sampah tersebut.
Kemunculan tumpukan sampah itu menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi lingkungan pesisir Jakarta. Selain itu, petugas gabungan langsung bergerak membersihkan area yang terdampak agar tidak menimbulkan pencemaran lebih luas.
-
Sampah Berasal dari Hulu dan Terbawa Hingga Pesisir
Berdasarkan hasil penelusuran, sampah yang membentuk endapan besar di Muara Angke berasal dari wilayah hulu sungai. Arus sungai dan laut kemudian membawa sampah tersebut hingga ke pesisir utara Jakarta.
Akibat pergerakan arus dan proses sedimentasi yang terus berlangsung, sampah akhirnya menumpuk dan muncul ke permukaan sehingga menyerupai daratan atau pulau kecil.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan penyebab terbentuknya pulau sampah tersebut.
“Sedangkan yang di Muara Angke yang kemudian terjadi pulau sampah karena sedimentasi,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat (5/6).
-
Tim Gabungan Kerahkan Pembersihan Intensif
Setelah video pulau sampah viral, pemerintah bersama tim gabungan segera melakukan pembersihan di lokasi. Petugas mengeruk dan mengangkut tumpukan sampah yang mengendap di kawasan Muara Kali Adem.
Penanganan berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juni 2026. Upaya tersebut bertujuan mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan menjaga ekosistem pesisir Jakarta Utara.
-
Sebanyak 8,8 Ton Sampah Berhasil Diangkut
Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, mengungkapkan jumlah sampah yang berhasil diangkut selama proses pembersihan.
“Hasil penanganan sampah di endapan Muara Kali Adem. Hari ke-1 sebanyak 0,88 ton, hari ke-2 sebanyak 1,76 ton, hari ke-3 sebanyak 3,52 ton, dan hari ke-4 sebanyak 2,64 ton,” ujar Lukman saat dihubungi wartawan, Jumat (5/6).
Selain itu, Lukman menegaskan total sampah yang berhasil diangkut mencapai 8,8 ton selama empat hari kegiatan pembersihan berlangsung.
“Iya (total 8,8 ton),” ucapnya.
-
Pemerintah Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Pemerintah menilai pengelolaan sampah dari wilayah hulu menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. Oleh karena itu, pengawasan terhadap aliran sungai dan pengurangan sampah plastik perlu terus ditingkatkan.
Dengan demikian, kawasan pesisir Jakarta dapat terhindar dari penumpukan sampah yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem laut.(Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



