TKW Asal Cianjur Diduga Dianiaya Majikan di Libya
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- print Cetak

Kemlu Telusuri Dugaan Penganiayaan TKW Asal Cianjur di Libya
Jakarta, Tipikal.id — TKW asal Cianjur berinisial AJ diduga mengalami penganiayaan saat bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Benghazi, Libya Timur. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Tripoli kini menelusuri laporan tersebut setelah informasi kasus itu beredar di media sosial pada 26 Juni 2026.
-
Kemlu Pastikan KBRI Tangani Kasus AJ
Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah, mengatakan Kemlu RI telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap AJ. Saat ini, KBRI Tripoli terus menangani kasus tersebut.
“Kementerian Luar Negeri dan KBRI Tripoli tengah menangani kasus PMI berinisial AJ di Benghazi, Libya Timur, menyusul informasi yang beredar di media sosial pada 26 Juni 2026,” kata Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).
-
Kondisi AJ Dilaporkan Aman dan Sehat
Sementara itu, Heni menjelaskan laporan terbaru dari KBRI Tripoli menyebut kondisi AJ dalam keadaan aman. Ia juga memastikan AJ tidak mengalami luka maupun cedera.
“KBRI Tripoli telah memastikan saat ini kondisi AJ dalam keadaan aman, sehat, dan tidak mengalami cidera/luka,” ujarnya.
-
Kemlu Dalami Kronologi Dugaan Penganiayaan
Selain memastikan kondisi korban, Kemlu RI bersama KBRI Tripoli masih mendalami kronologi dugaan penganiayaan tersebut. Proses pendalaman melibatkan AJ, pihak majikan, serta pihak terkait lainnya.
“KBRI Tripoli bersama pihak-pihak terkait, termasuk AJ dan pihak majikan, masih terus melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian,” ucapnya.
-
AJ Berangkat Melalui Jalur Tidak Sesuai Prosedur
Kemlu juga mengungkap hasil penelusuran awal bersama agensi setempat. AJ diketahui bekerja di Benghazi sejak Maret 2025 melalui jalur penempatan yang tidak sesuai prosedur.
“Berdasarkan penelusuran bersama agensi setempat, Saudari AJ diketahui telah bekerja di Benghazi, Libya Timur, sejak Maret 2025 melalui jalur penempatan yang tidak sesuai prosedur oleh pihak sponsor,” lanjutnya.
-
Kemlu Imbau PMI Gunakan Jalur Resmi
Selanjutnya, Kemlu RI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menangani kasus tersebut. Di sisi lain, pemerintah kembali mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur resmi saat ingin bekerja di luar negeri.
“Kemlu RI melalui KBRI Tripoli akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan otoritas setempat untuk penanganan kasus ini. Kementerian Luar Negeri kembali mengimbau masyarakat yang berencana bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur prosedural sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan pelindungan hak-hak dan keselamatan pekerja,” imbuhnya. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



