Tugu Tani Marga Agung Direhab, Ikon Desa Kini Megah
- account_circle Andi
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- print Cetak

Tugu Tani Marga Agung Jadi Simbol Kebanggaan Warga Desa
Lampung Selatan, TIPIKAL.ID — Tugu Tani Marga Agung kembali menjadi perhatian masyarakat setelah pemerintah desa bersama warga melakukan pembangunan ulang terhadap ikon desa yang berada di pertigaan utama Desa Marga Agung. Proses rehabilitasi tersebut berjalan secara swadaya dan gotong royong sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap identitas desa.

Saat ini pembangunan telah memasuki hari ke-14 dan progres pengerjaan berada pada tahap finishing. Warga terlihat antusias mendukung pembangunan karena Tugu Tani memiliki nilai historis sekaligus menjadi simbol semangat masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Selain mempercantik kawasan desa, pembangunan ulang tugu juga memperkuat identitas Desa Marga Agung sebagai wilayah yang menjunjung tinggi budaya kebersamaan dan gotong royong.
-
Pemerintah Desa Tinggikan dan Modernisasi Tugu
Pemerintah Desa Marga Agung memutuskan melakukan rehabilitasi total setelah tugu lama mengalami kerusakan akibat tertabrak kendaraan beberapa waktu lalu. Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membangun tugu baru dengan desain yang lebih tinggi, kokoh, dan modern.
Kasi Pembangunan Desa Marga Agung, Eko Purwanto menjelaskan bahwa rencana pembangunan ulang sebenarnya sudah lama dibahas pemerintah desa.
“Sebelumnya memang ingin diperbaiki, pas kebetulan ada insiden tugunya ditabrak pengendara jadi sekalian dirobohin dan diganti baru, karena tugu sebelumnya ukurannya agak pendek dan saat ini kita tinggikan,” ujarnya.
Patung petani yang berdiri sambil memikul cangkul tetap menjadi bagian utama dari desain tugu baru. Simbol tersebut merepresentasikan kerja keras, keteguhan, serta karakter masyarakat Desa Marga Agung yang tumbuh dari sektor pertanian.
-
Gotong Royong Warga Percepat Pembangunan
Warga Desa Marga Agung ikut terlibat langsung dalam proses pembangunan. Mereka membantu pengerjaan secara sukarela agar pembangunan cepat selesai dan hasilnya maksimal.
Karena itu, pembangunan Tugu Tani tidak hanya menghadirkan wajah baru bagi desa, tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga. Dukungan masyarakat terlihat sejak awal pengerjaan hingga memasuki tahap akhir pembangunan.
Selain menjadi landmark desa, tugu baru tersebut juga diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luar yang melintas di kawasan pertigaan utama desa.
-
Kepala Desa Sebut Tugu Punya Makna Sejarah
Kepala Desa Marga Agung, Suharno menegaskan bahwa Tugu Tani memiliki makna penting bagi masyarakat desa. Menurutnya, keberadaan tugu menjadi simbol perjuangan dan penghormatan terhadap para petani.
“Keberadaan Tugu Tani ini memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Marga Agung. Ini bukan hanya bangunan biasa, tetapi simbol perjuangan, semangat gotong royong, dan penghormatan kepada para petani yang menjadi tulang punggung kehidupan desa. Kami berharap dengan wajah baru tugu ini, masyarakat semakin bangga terhadap desanya dan terus menjaga persatuan serta kebersamaan,” kata Suharno.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terus mendukung pembangunan secara swadaya sehingga proses pengerjaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Menurutnya, pembangunan ikon desa menjadi langkah penting untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sendiri.
-
Warga Pendatang Merasa Nyaman Tinggal di Marga Agung
Dukungan terhadap pembangunan Tugu Tani juga datang dari warga pendatang yang menetap di Desa Marga Agung. Salah satunya Hosman, warga asal Padang yang sudah tinggal selama empat tahun di desa tersebut.
“Saya tinggal disini sudah 4 tahun, disini warganya ramah-ramah, harapan saya Desa ini bisa maju, aman dan sejahtera,” ucap Hosman yang berasal dari Padang.
Kini pembangunan Tugu Tani menjadi simbol optimisme baru bagi masyarakat Desa Marga Agung. Selain memperindah kawasan desa, ikon tersebut juga memperkuat semangat kebersamaan dan kebanggaan warga terhadap daerah mereka.(Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



