Ponpes Darussalamah Resmikan Asrama Putri, Semangat Gotong Royong
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- print Cetak

Ponpes Darussalamah Resmikan Asrama Putri
Lampung Selatan, Tipikal.id – Ponpes Darussalamah Resmikan Asrama Putri dalam rangkaian rutinan Dzikir Manaqib di Pondok Pesantren Darussalamah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, Jumat malam Sabtu (10/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan asrama sekaligus menunjukkan kuatnya semangat gotong royong jamaah yang selama ini mendukung pembangunan pondok pesantren melalui infak dan sedekah.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Darussalamah KH. Nurkholis Ahmad dengan menghadirkan KH. Syamsuddin Thohir sebagai penceramah. Selain itu, hadir Rais Syuriah MWCNU Jati Agung Kyai Masduki, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung Kyai Ahmad Ansori, Ketua MUI Lampung Selatan Kyai Ahmad Habib, Kyai Jumadi, jajaran PAC Muslimat NU, GP Ansor, Kepala Desa Sidoharjo Slamet, para wali santri, serta ratusan jamaah.
-
Dzikir Manaqib Diikuti Ratusan Jamaah
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, panitia menghadirkan sambutan dari Ketua Pembangunan Pondok Pesantren Darussalamah Ustadz Ali Muntasib, Kepala Desa Sidoharjo Slamet, dan Ketua MUI Lampung Selatan KH. Ahmad Habib.

Kemudian, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalamah KH. Nurkholis Ahmad memimpin Dzikir Manaqib yang diikuti ratusan jamaah dengan penuh kekhusyukan.
Setelah itu, panitia meresmikan Asrama Putri melalui prosesi pemotongan pita sebagai tanda dimulainya pemanfaatan bangunan baru bagi para santri putri.
Acara kemudian berlanjut dengan tausiyah KH. Syamsuddin Thohir. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk terus menjaga keistiqamahan, mempererat kebersamaan, serta mendukung perkembangan Pondok Pesantren Darussalamah.
-
Pendanaan Menjadi Tantangan Utama
Ketua Pembangunan Pondok Pesantren Darussalamah, Ustadz Ali Muntasib, mengatakan tantangan terbesar pembangunan bukan terletak pada proses pengerjaan, melainkan pada ketersediaan biaya.
“Sebenarnya kalau tantangan itu sudah biasa. Tantangan yang paling berat dalam pengerjaan ini terkendala di biaya. Karena memang dari dulu Pondok Pesantren Darussalamah tidak pernah menerima bantuan dari instansi pemerintah, hanya mengandalkan infak dan sedekah jamaah serta wali santri saja,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan dukungan jamaah menjadi kekuatan utama sehingga pembangunan terus berjalan.
“Dukungan jamaah sangat besar sekali. Dari awal pembangunan pondok pesantren ini, dana yang datang berasal dari para donatur di sekitar lingkungan pondok. Kemudian terus merambah ke jamaah dan wali santri yang tempat tinggalnya jauh. Alhamdulillah, respons jamaah itu sangat besar sekali,” ungkapnya.
-
Asrama Putri Menjadi Prioritas
Ali Muntasib menjelaskan pembangunan Asrama Putri menjadi prioritas karena jumlah santri putri terus meningkat setiap tahun. Oleh sebab itu, pondok berupaya menyediakan fasilitas yang lebih layak.
“Karena santri putri jumlahnya sangat banyak. Kalau tidak diprioritaskan, sangat kasihan. Kalau santri putra memang juga banyak, tetapi mereka masih bisa diajak prihatin,” kata dia.
Ia menambahkan pembangunan dua lokal asrama baru telah meningkatkan kenyamanan santri.
“Alhamdulillah sampai saat ini, walaupun belum sempurna, kondisinya sudah mendekati layak. Dengan bertambahnya dua lokal asrama putri ini sudah sangat membantu sekali,” jelas Ali yang juga Wakil Bendahara MWCNU Jati Agung itu.
Selain itu, ia menjelaskan bangunan sebelumnya masih memiliki keterbatasan.
“Lokal yang pertama memang hanya satu bangunan, tetapi kamarnya banyak. Namun belum maksimal karena dindingnya masih menggunakan triplek dan belum permanen,” jelasnya.
-
Pembangunan Berlanjut ke Mushala dan Asrama Putra
Selanjutnya, Ali Muntasib memastikan pembangunan pondok tidak berhenti setelah penyelesaian Asrama Putri kedua.
“Betul sekali. Setelah finishing Asrama Putri 2 ini, mushala dan kantor putri juga sudah mendekati selesai. Setelah itu kami akan turun ke bawah untuk membangun asrama putra,” lanjutnya.
-
Gotong Royong Jamaah Menjadi Kekuatan Pondok
Menurut Ali Muntasib, semangat gotong royong jamaah menjadi pengalaman paling berkesan selama proses pembangunan.
“Jamaah sangat antusias. Sejak awal pembangunan di sini dikerjakan siang dan malam. Antusias mereka sangat besar sekali. Bagi saya pribadi, itulah momen yang paling berkesan. Jamaah tidak kenal lelah, bahkan malam hari pun mereka tetap berangkat ke pondok untuk membantu,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga keistiqamahan dalam mendukung pembangunan Pondok Pesantren Darussalamah.
“Kalau pesan dari saya selaku pengurus pembangunan Pondok Pesantren Darussalamah, kepada seluruh jamaah thariqah, wali santri, dan jamaah umum, kami hanya ingin semuanya tetap istiqamah membantu Pondok Pesantren Darussalamah,” tutup Ali Muntasib.
Peresmian Asrama Putri menjadi langkah penting dalam meningkatkan fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Darussalamah. Melalui semangat kebersamaan, infak, dan sedekah jamaah, pembangunan pondok terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan santri sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan dan dakwah di Kecamatan Jati Agung.
- Penulis: Andi



