Rakernas APTISI 2026 Dorong Kampus Jadi Motor Pembangunan
- account_circle Andi
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Rakernas APTISI Perkuat Peran Perguruan Tinggi
BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Rakernas APTISI 2026 mendorong perguruan tinggi swasta memperkuat peran sebagai motor pembangunan daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung, Minggu (23/8/2026).
Marindo menyampaikan apresiasi Gubernur Lampung atas kehadiran keluarga besar APTISI di Sai Bumi Ruwa Jurai. Menurutnya, perguruan tinggi swasta memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat pembangunan manusia di daerah.
“Perguruan tinggi tidak hanya tempat mencetak lulusan, tetapi juga tempat menyiapkan manusia yang mampu menjawab persoalan masyarakat, beradaptasi terhadap perubahan, dan menciptakan peluang baru. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi harus kita bangun semakin kuat dan nyata,” pesan Gubernur.
-
Pemprov Lampung Fokus Perkuat SDM
Selanjutnya, Gubernur menilai tantangan pendidikan tidak cukup pemerintah jawab dengan meningkatkan jumlah lulusan. Pemerintah juga perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu fondasi untuk mewujudkan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.”
“Daerah yang maju bukan hanya dibangun dengan infrastruktur yang baik. Daerah yang maju perlu dibangun oleh manusia-manusia yang unggul, berkarakter, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya,” tegasnya.
-
Program Pendidikan Perluas Kesempatan Generasi Muda
Selain itu, Pemprov Lampung terus menjalankan sejumlah program pendidikan. Program tersebut mencakup perluasan akses pendidikan, upaya menekan angka putus sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga Kelas Migran Vokasi.
Program Kelas Migran Vokasi membekali generasi muda dengan keterampilan dan kemampuan bahasa untuk memasuki dunia kerja, termasuk membuka peluang kerja di luar negeri.
“Kita ingin semakin banyak anak-anak Lampung memperoleh kesempatan untuk belajar sampai ke jenjang yang lebih tinggi, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas kehidupan keluarganya,” lanjutnya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung pada 2025 mencapai 73,98. Namun, pemerintah tidak menjadikan capaian itu sebagai tujuan akhir.
Pemprov Lampung terus mendorong peningkatan kualitas SDM agar masyarakat merasakan manfaatnya melalui akses pendidikan yang lebih luas, kesempatan kerja, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan keluarga.
Rakernas APTISI Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Kampus
-
APTISI Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Dalam konteks tersebut, APTISI memiliki posisi strategis. Perguruan tinggi swasta memiliki jangkauan luas dan berada dekat dengan masyarakat. Karena itu, kampus dapat mengambil peran langsung dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Kami tidak hanya membutuhkan lulusan. Kami membutuhkan riset yang menjawab persoalan pembangunan, inovasi yang dapat diterapkan, dan talenta-talenta muda yang siap menjadi motor perubahan. Untuk itu, perguruan tinggi harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan,” tegasnya.
-
Rakernas Hasilkan Gagasan dan Kolaborasi
Pemprov Lampung mengapresiasi pelaksanaan Rakernas I APTISI Tahun 2026. Pemerintah berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan program kerja organisasi.
Sebaliknya, Rakernas dapat mempertemukan berbagai gagasan, memperkuat jejaring, serta mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Rakernas ini harus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan yang konkret, kolaborasi yang nyata, dan terobosan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov Lampung membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya dalam bidang riset, inovasi, pengembangan SDM, serta penyusunan kebijakan pembangunan berbasis pengetahuan.
Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi dapat semakin aktif menjawab kebutuhan daerah sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
-
Firmansyah Alfian Pimpin APTISI Lampung
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Lampung dipercaya menjadi Dewan Pembina APTISI Provinsi Lampung. Sementara itu, Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.BA., M. SC,. dilantik menjadi Ketua APTISI Provinsi Lampung untuk masa periode 2026-2031.
Rakernas I APTISI 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh dan pejabat. Mereka antara lain Anggota DPR RI Rycko Menoza, M.B.A., Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, S.SOS, M.SC, Ketua Umum APTISI DR. Ir. H.M. Budi Djatmiko, M.SI., M.E.I, serta Kasdam XXI Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.HAN, M.I.P.O.L.(Andi Rahmat)
- Penulis: Andi




