Rusia vs Barat Memanas, Isu Tirai Besi Muncul
- account_circle aden rian
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- print Cetak

Rusia vs Barat kembali memanas di kawasan Baltik
Moskow, TIPIKAL.ID — Rusia vs Barat kembali memanas setelah pemerintah Moskow menuding negara-negara Barat membangun “Tirai Besi” baru bergaya Perang Dingin.
Tuduhan ini disampaikan oleh diplomat Rusia, Artyom Bulatov, dalam wawancara dengan RIA Novosti pada Senin, 5 Mei 2026.
Ia menyatakan bahwa negara-negara Barat secara aktif memutus hubungan yang telah terjalin lama di kawasan Baltik. Selain itu, ia menilai langkah tersebut dilakukan secara sistematis dan berpotensi tidak dapat dipulihkan.
-
Barat Dituding Sengaja Memutus Hubungan Regional
Bulatov menegaskan bahwa Barat mendorong pemisahan hubungan sosial, ekonomi, hingga budaya yang telah terbangun selama berabad-abad. Oleh karena itu, ia melihat kebijakan tersebut sebagai tindakan yang memperburuk stabilitas kawasan.
“Orang-orang Barat, dengan energi yang layak untuk tujuan yang lebih baik, sedang membangun ‘Tirai Besi’ baru, berupaya untuk membuat keretakan – yang diprovokasi oleh mereka sendiri – dari hubungan sosial-ekonomi, perdagangan, transportasi, antarpribadi, budaya, dan sejarah yang telah dibangun di kawasan ini bukan selama bertahun-tahun, tetapi selama berabad-abad menjadi tidak dapat dipulihkan,” katanya.
-
NATO dan Uni Eropa Disebut Bersikap Konfrontatif
Selanjutnya, Bulatov menilai sikap NATO dan Uni Eropa semakin konfrontatif terhadap Rusia. Ia mengatakan bahwa kedua pihak telah merusak mekanisme kerja sama regional yang sebelumnya berjalan.
Ia juga menyoroti melemahnya peran Dewan Negara-Negara Laut Baltik serta Dewan Regional Barents/Euro-Arktik. Menurutnya, forum tersebut kehilangan fungsi strategis akibat tekanan politik dari negara Barat.
-
Rusia Keluar Dari Forum Kerja Sama Regional
Di sisi lain, Rusia memutuskan keluar dari kedua forum tersebut pada 2022 dan 2023.
Pemerintah Moskow menyatakan bahwa keterlibatan negara Barat telah menghambat operasional lembaga tersebut.
Bulatov menjelaskan bahwa setelah Rusia keluar, organisasi tersebut hanya berfungsi sebagai alat kebijakan anti-Rusia.
Dengan demikian, ia menilai keberadaan forum tersebut tidak lagi relevan bagi kepentingan Moskow.
-
Konflik Ukraina Picu Eskalasi Ketegangan
Sementara itu, konflik Ukraina yang meningkat pada 2022 memperburuk hubungan Rusia dan Barat. Negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi serta menutup wilayah udara bagi pesawat Rusia.
Selain itu, sejumlah negara seperti Polandia, Finlandia, dan negara Baltik memperketat akses masuk bagi warga Rusia. Bahkan, beberapa negara keluar dari Perjanjian Ottawa 1997 yang melarang penggunaan ranjau darat.
-
Kekhawatiran Muncul Atas Dampak Kebijakan
Langkah tersebut menuai perhatian dari Human Rights Watch yang menilai kebijakan itu berisiko bagi warga sipil dalam jangka panjang.
Organisasi tersebut memperingatkan bahwa penggunaan ranjau darat dapat membahayakan masyarakat selama beberapa dekade.
Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk Norwegia, Nikolay Korchunov, menyampaikan kekhawatiran terkait rencana NATO.
Ia menyebut aliansi tersebut tengah menyiapkan skenario blokade laut di wilayah Baltik dan Arktik.
Ia mengatakan bahwa langkah tersebut melanggar hukum internasional dan berpotensi membatasi kebebasan navigasi global. (Aden Rian)
- Penulis: aden rian



