Maulid Nabi di Kutowinangun Perkuat Akhlak dan Persatuan
- account_circle Andi
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- print Cetak

Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan
LAMPUNG TENGAH, Tipikal.id — Maulid Nabi dan Ngaji Kebangsaan di Kampung Kutowinangun, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi momentum masyarakat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW sekaligus menjaga persatuan. Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Kampung Kutowinangun Ruri Yanto dan Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan sebagai penyampai tausiah.
-
Keteladanan Rasulullah Jadi Pesan Utama
Kegiatan Maulid Nabi tidak hanya mengajak masyarakat mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Selain itu, kegiatan tersebut mengajak warga menerapkan nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Dalam tausiah, Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, masyarakat perlu menerapkan kejujuran, kesabaran, kepedulian, kasih sayang, serta sikap menghargai orang lain. Nilai tersebut semakin penting karena masyarakat hidup dalam keberagaman latar belakang dan pandangan.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga hubungan baik antarsesama. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya membuat masyarakat saling menjauh atau menimbulkan permusuhan.
Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan juga menegaskan bahwa masyarakat perlu membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui akhlak dan perbuatan. Dengan cara itu, peringatan Maulid Nabi dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
-
Ngaji Kebangsaan Dorong Persaudaraan
Selain pesan keagamaan, Ngaji Kebangsaan mengangkat pentingnya persatuan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat membutuhkan hubungan sosial yang harmonis agar kehidupan bersama tetap berjalan dengan baik.
Karena itu, kegiatan tersebut mengajak warga menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memecah persatuan. Menurutnya, masyarakat boleh memiliki perbedaan pendapat, tetapi harus menyikapinya dengan kedewasaan dan saling menghormati.
Selanjutnya, masyarakat dapat membangun persatuan dari lingkungan terdekat. Keluarga dan lingkungan kampung menjadi ruang penting untuk membiasakan sikap saling membantu, gotong royong, menghormati tetangga, dan menjaga kerukunan.
-
Ruri Yanto Dukung Kegiatan Keagamaan
Kepala Kampung Kutowinangun Ruri Yanto turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadirannya menunjukkan dukungan pemerintah kampung terhadap kegiatan keagamaan yang membawa nilai edukasi, sosial, dan kebangsaan.
Ruri Yanto juga menempatkan kegiatan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan memiliki kepedulian sosial.
Selain memperkuat nilai keagamaan, kegiatan Maulid Nabi dan Ngaji Kebangsaan membuka ruang silaturahmi bagi masyarakat. Warga dapat mengikuti pengajian sekaligus mempererat komunikasi dan hubungan sosial.
-
Masyarakat Perlu Bijak Hadapi Arus Informasi
Di tengah perkembangan teknologi, masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin cepat. Karena itu, warga perlu menyikapi setiap informasi secara bijak agar tidak mudah terprovokasi.
Nilai agama dapat membantu masyarakat membangun landasan moral. Sementara itu, semangat kebangsaan dapat memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.
Dengan demikian, masyarakat dapat menjaga komunikasi, mengedepankan dialog, serta menyelesaikan persoalan melalui cara yang baik.
-
Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial
Peringatan Maulid Nabi dapat memberikan makna lebih besar ketika masyarakat menerapkan pesan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat dapat menunjukkan keteladanan Rasulullah SAW melalui kejujuran dalam pekerjaan, kepedulian terhadap sesama, serta sikap menjaga persaudaraan tanpa memandang perbedaan.
Begitu pula dengan semangat kebangsaan. Warga dapat membangun budaya dialog, menghindari provokasi, dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang sehat.
Pada akhirnya, Maulid Nabi dan Ngaji Kebangsaan di Kutowinangun tidak hanya memperkuat kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat membangun karakter, menjaga persaudaraan, dan memperkuat persatuan.
Pesan Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan mengingatkan masyarakat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan tindakan nyata.
Sementara itu, kehadiran Ruri Yanto menunjukkan dukungan pemerintah Kampung Kutowinangun terhadap kegiatan masyarakat yang menggabungkan pesan keagamaan dan kebangsaan.
Dari Kutowinangun, masyarakat membawa pesan sederhana: agama mengajarkan akhlak, kebangsaan membutuhkan persatuan, dan keduanya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
- Penulis: Andi




