Sendang Agung Darurat Narkoba, DPRD Dorong Langkah Nyata
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- print Cetak

Darurat Narkoba Ancam Pemuda Sendang Agung
LAMPUNG TENGAH, Tipikal.id — Darurat narkoba kini menjadi perhatian di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Peredaran tembakau sintetis atau sinte dan sabu serta maraknya judi online (judol) mulai meresahkan warga hingga tingkat dusun.
Data warga menyebutkan, sedikitnya tiga pemuda mengalami halusinasi berat hingga kejang-kejang setelah mengonsumsi sinte dalam beberapa bulan terakhir. Warga juga menyebut para pemuda tersebut membeli sinte melalui transaksi daring.
-
Polisi Ungkap Pola Transaksi Narkoba
Kanit Reskrim Polsek Kalirejo, Aiptu Rusdianto, membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, pelaku kini menggunakan pola transaksi yang sulit terdeteksi aparat.
“Transaksi sekarang sistem tempel dan COD lewat media sosial. Barang ditaruh di kebun, di pemakaman umum bahkan di tiang listrik, pembeli tinggal ambil foto lokasinya. Untuk judol, cukup pakai HP, deposit Rp10 – 25 ribu sudah bisa main,” jelasnya.
Selain itu, pola transaksi tersebut membuat peredaran narkoba tidak selalu melibatkan bandar besar secara langsung. Pelaku memanfaatkan media sosial dan sistem tempel untuk menghindari pemantauan aparat.
-
DPRD Lampung Soroti Darurat Narkoba
Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKB Dapil VII Lampung Tengah, Munir Abdul Haris, S.Sos.I., mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Munir menilai persoalan narkoba dan judol tidak dapat ditangani polisi seorang diri. Ia meminta seluruh unsur masyarakat ikut menjaga generasi muda di Sendang Agung.
“Ini sudah darurat, keluhan soal narkoba sinte dan judol ini selalu muncul dari orang tua. Generasi kita terancam. Negara tidak boleh kalah dengan bandar,” tegas Munir yang juga anggota Komisi III DPRD Lampung ini.
Menurut Munir, harga sinte yang relatif murah dan akses judol melalui telepon seluler memperbesar ancaman bagi masyarakat. Ia menyebut harga sinte berkisar Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per linting.
-
Pemuda Usia Produktif Jadi Sasaran
Munir menjelaskan, pengguna yang terjaring rata-rata berusia 17 hingga 30 tahun. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani, buruh tani, hingga pelajar.
Bahkan, beberapa pengguna masih berstatus pelajar SMA. Karena itu, Munir menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari keluarga, sekolah, pemerintah, aparat, serta tokoh masyarakat.
Ia juga menyebut beberapa warga yang telah terjerumus kini menjalani proses pembinaan.
-
Faktor Ekonomi dan Literasi Digital
Munir menilai faktor ekonomi, rendahnya literasi digital, serta minimnya kegiatan positif bagi pemuda membuka celah bagi narkoba dan judol.
Karena itu, ia mendorong keterlibatan orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta karang taruna dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan judi online.
“Tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Perlu peran semua pihak, mulai dari orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat sampai karang taruna untuk menjaga anak-anak kita. Jangan sampai Sendang ini benar-benar menjadi kampung darurat narkoba,” tegas Munir Abdul Haris.
-
DPRD Dorong Edukasi dan Rehabilitasi
Munir menambahkan, DPRD Provinsi Lampung akan mendorong BNNP Lampung dan Dinas Kominfo turun langsung ke Sendang Agung.
“Blokir situs judol saja tidak cukup, harus ada edukasi dan rehabilitasi. Saya juga akan mengawal agar Dana Desa bisa dipakai untuk kegiatan anti-narkoba dan anti-judol,” tambahnya.
Selanjutnya, Kepala Kampung Sendangasih, Gunanto, menyambut baik perhatian tersebut. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kampung-kampung di Kecamatan Sendang Agung.
Gunanto juga berharap pemerintah menyediakan program penyuluhan dan rehabilitasi gratis bagi pemuda yang sudah terpapar narkoba.
-
Polisi Minta Warga Berani Melapor
Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat segera melapor jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya.
Polisi menjamin keamanan identitas pelapor dan akan menindaklanjuti setiap laporan secara profesional.
Dengan demikian, sinergi masyarakat, aparat, pemerintah, keluarga, dan tokoh masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman narkoba dan judol di Sendang Agung.
- Penulis: Andi




