Pemuda Yatim Bongkar Makam Ibu Usai Bertengkar
- account_circle Andi
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- print Cetak

Oplus_16908288
Pemuda Yatim Nekat Gali Makam Ibunya di TPU Sengkol
Tanggerang Selatan,TIPIKAL.ID —Pemuda yatim bernama Agus (25) nekat membongkar makam ibunya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Peristiwa itu terjadi setelah Agus terlibat cekcok dengan istri pamannya di rumah tempat ia tinggal sejak kecil.
Suasana malam yang semula tenang mendadak berubah haru ketika Agus datang ke area pemakaman sambil menangis histeris dan menggali pusara ibunya menggunakan alat seadanya.
Peristiwa tersebut kemudian menarik perhatian warga, pengurus makam, hingga tokoh masyarakat setempat yang berusaha menghentikan tindakan Agus.
-
Pertengkaran Dipicu Masalah Sepele di Rumah
Berdasarkan informasi yang beredar, keributan bermula ketika Agus ditegur karena tidak membersihkan kamar tidurnya. Teguran tersebut kemudian memicu adu mulut antara Agus dan istri pamannya.
Selain itu, sang paman yang ikut terpancing emosi akhirnya membela istrinya. Dalam kondisi marah, pamannya melontarkan ucapan yang menyakiti perasaan Agus.
“UDAH PERGI SANA DARI RUMAHKU, BAWA JUGA MAKAM ORANG TUAMU…!!”
Paman Agus menganggap ucapan itu hanya luapan emosi sesaat. Namun, Agus justru menerima perkataan tersebut secara serius hingga merasa sangat terpukul.
-
Agus Menangis dan Menggali Makam Sang Ibu
Setelah pertengkaran terjadi, Agus langsung menuju TPU Sengkol pada malam hari sambil menangis sesenggukan.
Selanjutnya, ia mulai menggali makam ibunya dengan kondisi emosi yang tidak stabil.
Aksi tersebut membuat warga sekitar terkejut. Pengurus makam dan tokoh masyarakat kemudian mencoba membujuk Agus agar menghentikan tindakannya.
Bahkan, seorang warga sempat memutus kabel aliran listrik menuju area makam agar suasana menjadi gelap dan Agus berhenti menggali makam.
Namun demikian, Agus tetap melanjutkan aksinya dan tidak menghiraukan permintaan warga.
-
Warga Temukan Makam Sudah Tergali 60 Sentimeter
Setelah berbagai upaya dianggap tidak berhasil, warga akhirnya meninggalkan lokasi pemakaman.
Tidak lama kemudian, warga kembali memeriksa area makam dan mendapati Agus sudah tidak berada di tempat.
Selain itu, warga melihat makam telah tergali sedalam sekitar 60 sentimeter, meski belum mencapai bagian dalam pusara.
Peristiwa tersebut kemudian ditangani pihak kelurahan bersama tokoh masyarakat setempat.
Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan.
-
Peristiwa Jadi Pengingat Bahaya Ucapan Sarkas
Kasus yang melibatkan Agus menjadi perhatian masyarakat karena memperlihatkan dampak emosional dari ucapan yang dianggap menyakitkan, terutama ketika menyangkut orang tua yang telah meninggal dunia.
Selain itu, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kondisi mental setiap orang berbeda-beda ketika menghadapi tekanan emosional.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan meminta masyarakat lebih bijak dalam berbicara saat emosi memuncak.(Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



