Bedah Rumah Mbah Surip Ubah Hunian Reyot Jadi Layak Huni
- account_circle Andi
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- print Cetak

Bedah Rumah Mbah Surip Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Kurang Mampu
Lampung Selatan, Tipikal.id — Bedah Rumah Mbah Surip menghadirkan harapan baru bagi warga kurang mampu di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Provinsi Lampung membangun kembali rumah Mbah Surip atau Mbah Poniem yang sebelumnya tidak layak huni menjadi rumah yang kokoh dan nyaman ditempati.
Jajaran Ditjenpas Lampung menyelesaikan pembangunan rumah tersebut selama satu bulan 14 hari. Kini, rumah di Dusun V Jati Sari itu berdiri layak huni dan memberi kehidupan yang lebih baik bagi Mbah Surip.
-
Mbah Surip Bersyukur Atas Bantuan Bedah Rumah
Mbah Surip tidak mampu menyembunyikan rasa harunya setelah menerima bantuan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena akhirnya dapat menempati rumah yang lebih aman dan nyaman.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kalapas, Ibu Kalapas, dari NU, dan seluruh staf yang telah membantu saya. Saya bersyukur kepada Allah dan merasa sangat senang. Semoga semua yang berkecimpung di sini diberikan umur yang panjang, kesehatan, dan rezeki yang melimpah,” ucapnya.
-
Pemerintah Desa Apresiasi Kepedulian Ditjenpas Lampung
Sementara itu, Kepala Desa Jatimulyo, H. Sumardi, S.E., mengapresiasi kepedulian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui jajaran Ditjenpas Lampung yang membantu salah satu warganya memperoleh rumah layak huni.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian serupa.
“Atas nama Pemerintah Desa Jatimulyo, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang telah berpartisipasi memberikan bantuan bedah rumah kepada salah satu warga kami. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi ibu yang menerimanya. Kami juga berharap apa yang dilakukan Bapak Kalapas menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan,” katanya.
Selanjutnya, Sumardi menjelaskan bahwa pemerintah desa bersama aparatur dusun dan ketua RT melakukan pendataan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Awalnya, pihak Kementerian melalui Kalapas meninjau lokasi di dusun kami untuk mencari warga yang benar-benar membutuhkan bantuan. Setelah berkoordinasi dengan RT dan kepala dusun, akhirnya ditetapkan Mbah Surip sebagai penerima bantuan bedah rumah,” jelasnya.
-
Desa Jatimulyo Masih Membutuhkan Program Bedah Rumah
Selain itu, Sumardi mengungkapkan Desa Jatimulyo memiliki sekitar 8.000 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 28 ribu jiwa. Kondisi tersebut membuat kebutuhan program rumah layak huni masih cukup tinggi.
“Kami tidak bisa hanya mengandalkan program bedah rumah dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Alhamdulillah, pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat membantu warga kami yang selama ini belum pernah mendapatkan bantuan rumah layak huni,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Desa Jatimulyo terus mengusulkan tambahan program bedah rumah kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun Pemerintah Provinsi Lampung.
“Pada tahun 2025, Desa Jatimulyo memperoleh 24 unit bedah rumah dari Provinsi dan tujuh unit dari Kabupaten. Mudah-mudahan tahun ini kami kembali mendapatkan bantuan karena masih banyak warga yang memiliki rumah tidak layak huni,” tuturnya.
-
Kepala Dusun Sambut Program dengan Rasa Syukur
Di sisi lain, Kepala Dusun V A Jati Sari, Sarmin, mengaku bersyukur karena salah satu warganya akhirnya memperoleh rumah layak huni.
“Kami sangat bahagia dan bersyukur. Mbah Surip memang termasuk warga kami yang sangat membutuhkan bantuan, salah satunya rumah layak huni. Alhamdulillah, melalui Bapak Kalapas dan Kementerian, bantuan bedah rumah ini bisa terwujud. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak warga yang bisa menerima bantuan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun V B Jati Sari, Suminta, menjelaskan bahwa jajaran pemasyarakatan terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparatur dusun sebelum meneruskan proses kepada pemerintah desa.
“Kami sebagai aparatur dusun merasa sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukan Bapak Kalapas. Awalnya beliau datang menemui kami sebagai aparatur dusun, kemudian kami menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Desa,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa berbagai pihak ikut mendukung program tersebut hingga bantuan dapat terealisasi.
“Program ini juga diprakarsai oleh NU Media Jati Agung bersama berbagai pihak yang turut terlibat. Alhamdulillah, setelah melalui proses tersebut, akhirnya bantuan bedah rumah diberikan kepada Mbah Surip.”
Menurut Suminta, bantuan tersebut membawa kebahagiaan bagi Mbah Surip dan seluruh keluarganya.
“Ini adalah rezeki bagi beliau. Kami semua, terutama keluarga Mbah Surip, mengucapkan ribuan terima kasih. Anak-anak beliau juga menyampaikan rasa syukur kepada kami, dan kebahagiaan itu turut kami rasakan bersama,” pungkasnya. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



