- account_circle Andi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

5 Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Jelaskan Penyebab dan Kronologi Kejadian
Jakarta, Tipikal.id — 5 peserta SPPI meninggal saat mengikuti latihan dasar bela negara dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita sekaligus menjelaskan penyebab serta kronologi meninggalnya kelima peserta berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, menyatakan seluruh peserta telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur sejak mengalami gangguan kesehatan hingga dirujuk ke rumah sakit.
“Pertama-tama, atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, panitia seleksi nasional, dan seluruh penyelenggara program sarjana penggerak pembangunan Indonesia menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKN PKNP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial,” ujar Ketut Gede saat jumpa pers, Sabtu (27/6/2026).
Selain itu, Ketut menegaskan setiap peserta memiliki kondisi kesehatan yang berbeda.
“Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan,” ucapnya.
-
Lima Peserta SPPI yang Meninggal Dunia
Kemhan mencatat lima peserta yang meninggal dunia, yaitu:
– Yonanda Muhammad Taufiq
– Anisa Muyassaroh
– Novia Rahmadhani Sihotang
– Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
– Nola Dya Sari
-
Kemhan Ungkap Penyebab Kematian Berbeda pada Setiap Peserta
Selanjutnya, Ketut menjelaskan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Pemeriksaan meliputi laboratorium darah, urine, tes kehamilan, rontgen toraks, EKG, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa.
“Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan,” kata Ketut.
Menurut Kemhan, penyebab meninggalnya kelima peserta juga berbeda, mulai dari henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, tuberkulosis paru aktif, pneumonia yang disertai komplikasi medis, hingga kondisi medis lain yang berkembang saat menjalani perawatan.
-
Kronologi Singkat Masing-Masing Peserta
Yonanda Muhammad Taufiq mengalami penurunan kesadaran saat mengikuti pengenalan lingkungan di Pusdiklatpur Baturaja. Tim medis memberikan pertolongan, namun dokter menyatakan korban meninggal akibat cardiac arrest.
Sementara itu, Anisa Muyassaroh mengeluhkan sesak napas dan mual saat mengikuti kegiatan pendidikan di Balikpapan. Tim medis merujuknya ke rumah sakit, namun dokter menyatakan penyebab kematiannya akibat heat stroke.
Berikutnya, Novia Rahmadhani Sihotang datang ke unit kesehatan dengan keluhan batuk, sesak napas, dan demam. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan tuberkulosis paru aktif. Meski tim medis melakukan resusitasi, dokter menyatakan Novia meninggal dunia akibat tuberkulosis.
Muhammad Rifki Renaldi Gunawan sempat mendapat terapi oksigen setelah mengeluhkan sesak napas. Namun, kondisinya kembali memburuk sehingga rumah sakit merawatnya secara intensif. Berdasarkan hasil medis, Rifki meninggal akibat pneumonia yang disertai komplikasi serta memiliki riwayat hipertensi dan obesitas.
Adapun Nola Dya Sari mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa keluhan kesehatan. Menjelang malam, ia mengeluhkan sesak napas dan demam. Tim medis memberikan penanganan awal serta merujuknya ke rumah sakit. Namun, dokter menyatakan Nola meninggal dunia setelah mengalami henti jantung.
-
Kemhan Pastikan Peserta Lolos Seleksi Kesehatan
Kemhan menegaskan seluruh peserta telah memenuhi persyaratan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan.
“Sebelum mengikuti pendidikan, yang bersangkutan telah melalui tahapan seleksi kesehatan, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan catatan kelebihan berat badan,” imbuhnya. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



