Kim Jong Un Puji Tentara Korut Bunuh Diri di Ukraina
- account_circle Andi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

Kim Jong Un Puji Tentara Korut Bunuh Diri di Ukraina
-
Kim Jong Un Puji Tentara Korut dalam Perang Ukraina
Jakarta, TIPIKAL.ID – Kim Jong Un puji tentara Korut yang melakukan bunuh diri saat bertempur melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk, Rusia.
Pernyataan itu muncul dalam pidato resmi yang ia sampaikan kepada pejabat Rusia serta keluarga korban perang.
Selain itu, Korea Utara diketahui telah mengirim sekitar 14.000 tentara untuk membantu Rusia dalam konflik melawan Ukraina.
Namun demikian, berbagai laporan menyebutkan jumlah korban jiwa yang tinggi dari pihak Korea Utara.
-
Korban Jiwa Korut Capai Ribuan
Menurut pejabat Korea Selatan, Ukraina, dan negara-negara Barat, Korea Utara mengalami kerugian besar dalam konflik tersebut. Bahkan, lebih dari 6.000 tentara dilaporkan tewas selama pertempuran berlangsung.
Di sisi lain, laporan intelijen serta kesaksian pembelot menunjukkan fakta mengejutkan. Sejumlah tentara Korea Utara diduga memilih melakukan bunuh diri, termasuk dengan peledakan diri, daripada ditangkap oleh pasukan Ukraina.
-
Kim Sebut Tentara sebagai Pahlawan
Dalam pidatonya, Kim Jong Un memberikan penghormatan tinggi kepada para tentara tersebut.
Ia bahkan menyebut mereka sebagai pahlawan yang telah berkorban demi kehormatan negara.
“Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerbu di garis depan pertempuran,” kata Kim, dilansir Al Arabiya English, Rabu (29/4/2026).
-
Tentara Selamat Juga Disebut Patriot
Tidak hanya itu, Kim juga memberikan penghargaan kepada tentara yang selamat dari medan perang. Ia menilai mereka tetap menunjukkan loyalitas tinggi terhadap negara.
“Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang hancur oleh peluru dan bom — mereka pun dapat disebut sebagai pejuang dan patriot setia partai,” katanya.
-
Korut Diduga Terima Imbalan dari Rusia
Sementara itu, berdasarkan penilaian intelijen Korea Selatan, pengiriman pasukan dan amunisi dari Pyongyang tidak dilakukan tanpa imbalan.
Korea Utara diduga menerima bantuan ekonomi serta teknologi militer dari Rusia sebagai balas jasa.
Dengan demikian, kerja sama militer antara kedua negara semakin menguat di tengah konflik yang masih berlangsung di Ukraina.(Andi Rahmat)
- Penulis: Andi
