Program Strategis Lampung Ditinjau Wapres Gibran, Gubernur Mirza Dorong Tes Bahasa Jepang Digelar di Daerah
- account_circle Andi
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

Bandar Lampung, TIPIKAL.ID — Program Strategis Lampung menjadi fokus kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Provinsi Lampung, Jumat (8/5/2026).
Dalam agenda tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah membahas penguatan sektor kelautan, pendidikan vokasi, hingga layanan kesehatan masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi langsung kunjungan Wakil Presiden ke sejumlah lokasi strategis di Lampung.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat daerah.
Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Pemerintah melaporkan proyek tersebut telah mencapai progres 100 persen dan segera diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Selain sektor kelautan, Wapres Gibran juga mengunjungi SMK Negeri 4 Bandar Lampung, RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, hingga Sekolah Rakyat 35 Bandar Lampung.
-
Program Strategis Lampung Fokus pada Pendidikan dan Vokasi
Di sela kunjungan kerja, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada Wakil Presiden.
Salah satu usulan utama ialah percepatan pelaksanaan tes kemampuan bahasa Jepang level N4 di Provinsi Lampung.
Menurut Gubernur Mirza, selama ini peserta tes harus mengikuti ujian di Jakarta atau Palembang. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan lulusan SMA yang telah mengikuti program vokasi migran dan membutuhkan sertifikasi bahasa untuk bekerja di Jepang.
“Selama ini tes bahasa Jepang dilakukan di Jakarta atau Palembang. Kami meminta agar bisa dilaksanakan di Lampung, karena banyak lulusan SMA yang sudah mengikuti kelas vokasi migran dan membutuhkan sertifikasi untuk bekerja ke Jepang,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menilai pelaksanaan tes bahasa Jepang di daerah akan membuka peluang kerja lebih luas bagi generasi muda Lampung, khususnya di sektor tenaga kerja internasional.
-
Kekurangan Guru Bahasa Jepang Jadi Tantangan
Selain persoalan lokasi ujian, Pemerintah Provinsi Lampung juga menghadapi keterbatasan tenaga pengajar bahasa Jepang.
Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan kebutuhan guru bahasa Jepang di Lampung saat ini belum terpenuhi secara maksimal.
“Ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar program vokasi migran berjalan maksimal dan bisa membuka peluang kerja lebih luas bagi anak-anak muda Lampung,” katanya.
Menurut Mirza, Lampung setidaknya membutuhkan sekitar 85 tenaga pengajar bahasa Jepang. Namun hingga kini jumlah guru yang tersedia baru sekitar 60 orang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena program vokasi migran dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka pengangguran usia muda.
-
Wapres Gibran Respons Positif Usulan Lampung
Gubernur Lampung menyebut Wakil Presiden memberikan respons positif terhadap usulan tersebut.
Pemerintah pusat disebut akan mengupayakan percepatan realisasi pelaksanaan tes bahasa Jepang di Lampung.
Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat akses pendidikan vokasi dan meningkatkan daya saing tenaga kerja muda di tingkat internasional.
Selain membahas pendidikan vokasi, kunjungan kerja Wakil Presiden juga menyoroti penguatan layanan kesehatan dan pembangunan kawasan nelayan sebagai bagian dari program strategis nasional.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Pemerintah berharap masyarakat Lampung dapat memperoleh akses lebih luas terhadap pendidikan, lapangan kerja, dan layanan publik yang lebih baik.
Dengan penguatan program vokasi, pembangunan kawasan pesisir, serta peningkatan fasilitas kesehatan, Lampung diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih berkelanjutan. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



