Lulusan Lolos PTN SMAN 1 Tegineneng Capai 99,42 Persen
- account_circle Andi
- calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
- print Cetak

Prestasi Pendidikan Lampung Kian Merata
Pesawaran, TIPIKAL.ID – Lulusan lolos PTN SMAN 1 Tegineneng mencapai 99,42 persen pada Tahun Ajaran 2025/2026. Sekolah tersebut berhasil mengantarkan 172 dari 173 siswa kelas XII menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.
Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mempertegas keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pemerataan mutu pembelajaran melalui Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Atas keberhasilan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan apresiasinya.
Menurutnya, keberhasilan SMAN 1 Tegineneng membuktikan bahwa sekolah di daerah mampu bersaing dan mencetak prestasi setara dengan sekolah unggulan di berbagai wilayah.
-
Apresiasi Thomas Amirico atas Capaian Sekolah
Thomas menilai capaian SMAN 1 Tegineneng membuktikan bahwa sekolah di daerah mampu bersaing dengan sekolah unggulan lainnya di tingkat nasional.
“Alhamdulillah ya, tadi dari hasil data yang kami peroleh, luar biasa juga kami bersyukur. SMAN 1 Tegineneng nih, muridnya dari 173 ternyata sudah lolos 172, 99,42 persen.
Dan hanya satu yang tidak lolos, mudah-mudahan satu lagi ini bisa diterima di jalur mandiri,” kata Thomas, Jumat (29/5/2026).
Selain itu, Thomas menegaskan keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua yang secara konsisten membangun budaya belajar berprestasi.
“Saya bangga dengan SMAN 1 Tegineneng, saya tahu karakter anak-anaknya. Saya akui kepala sekolah dan guru-gurunya hebat karena mampu mendampingi dan mengarahkan anak didiknya hingga sukses dan diterima di PTN mencapai 99,42 persen. Kalian hebat guru-guru SMAN 1 Tegineneng,” ujarnya.
-
Rincian Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 35 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 13 siswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan 124 siswa melalui jalur SPAN/PTKIN, SMBP-PAN, serta Poltekkes.
Pada jalur SNBP, sebanyak 12 siswa diterima di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), delapan siswa di Universitas Lampung (Unila), 14 siswa di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), dan satu siswa di UIN Raden Intan Lampung.
Sementara itu, melalui jalur SNBT, sebanyak 11 siswa diterima di Unila, satu siswa di Polinela, dan satu siswa di UIN Raden Intan Lampung.
Adapun jalur SPAN/PTKIN, SMBP-PAN, dan Poltekkes memberikan kontribusi terbesar dengan total 124 siswa diterima di berbagai perguruan tinggi.
Sebanyak 72 siswa diterima di UIN Raden Intan Lampung, 43 siswa di Polinela, dan sisanya tersebar di sejumlah perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
-
Bukti Pemerataan Pendidikan di Lampung
Menurut Thomas, tren peningkatan penerimaan siswa ke perguruan tinggi negeri tidak hanya terjadi di SMAN 1 Tegineneng. Beberapa sekolah lain juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Contoh misalnya SMA 3 Kotabumi. Tahun kemarin itu 59 orang diterima, tahun ini per tadi hampir 130 orang. Itu diterima artinya terjadi peningkatan signifikan,” ungkapnya.
Selanjutnya, ia menyebut peningkatan serupa juga terjadi di SMAN 7 Kotabumi dan sejumlah sekolah lain di Kabupaten Lampung Utara.
Thomas menilai capaian SMAN 1 Tegineneng menjadi bukti nyata bahwa program pemerataan kualitas pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif.
“Pencapaian SMAN 1 Tegineneng ini menjadi bukti bahwa pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Lampung melalui pembinaan yang dilakukan Cabang Dinas berjalan dengan baik.
Sekolah-sekolah di daerah memiliki kualitas dan daya saing yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah di perkotaan,” tegas Thomas.
Lebih lanjut, ia menegaskan pemerintah terus memberikan perhatian yang sama kepada sekolah di seluruh kabupaten dan kota di Lampung.
“Kami ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan tidak hanya terfokus di Bandar Lampung saja. Sekolah-sekolah di daerah juga harus mendapatkan perhatian, pembinaan, dan dukungan yang sama agar mampu melahirkan prestasi-prestasi terbaik,” ujarnya.
-
Strategi Dinas Pendidikan Tingkatkan Kelulusan PTN
Untuk mendukung peningkatan penerimaan siswa ke PTN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menerapkan pemetaan kemampuan akademik siswa melalui analisis nilai dan passing grade.
“Strategi yang kita coba adalah menerapkan passing grade, ada analisis skor siswa dan bagaimana menentukan pilihan jurusan yang realistis,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Pendidikan dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah SMA dan SMK se-Lampung guna memperkuat koordinasi serta menyusun langkah strategis peningkatan mutu pendidikan.
“Dalam waktu dekat kami akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah untuk memperkuat sinergi, evaluasi, dan merumuskan langkah-langkah strategis menyongsong peningkatan pendidikan ke depan.
Kami ingin seluruh sekolah di Lampung bergerak bersama meningkatkan mutu pendidikan, prestasi siswa, dan daya saing lulusan,” pungkas Thomas.
-
Strategi SMAN 1 Tegineneng Cetak Lulusan Lolos PTN
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tegineneng, Meri Juwita, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang dilakukan sekolah bersama seluruh tenaga pendidik.
Menurutnya, sekolah secara rutin meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program pengembangan profesional.
“Peningkatan kompetensi guru kami laksanakan secara berkelanjutan melalui kegiatan Hari Guru Belajar yang difokuskan pada penguatan pembelajaran dan asesmen.
Guru-guru terus didorong untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar mampu menjawab tantangan pendidikan dan kebutuhan peserta didik,” kata Meri.
Selain meningkatkan kompetensi guru, sekolah menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang dipadukan dengan asesmen berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan pola seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Kemudian, sekolah juga menggelar try out berbasis TKA dan ujian masuk PTN minimal satu kali setiap bulan.
Sekolah menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) untuk memetakan kemampuan siswa secara lebih akurat.
“Setiap try out dilakukan dengan sistem evaluasi yang terukur menggunakan pendekatan Item Response Theory atau IRT. Dari hasil tersebut kami dapat memetakan kemampuan siswa secara lebih akurat sekaligus menentukan langkah pendampingan yang tepat bagi setiap peserta didik,” jelasnya.
-
Kolaborasi Jadi Kunci
Meri menilai kolaborasi sekolah, guru, siswa, orang tua, dan pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan tersebut.
Sekolah juga memperkuat karakter dan budaya belajar siswa melalui program parenting serta Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi yang kuat antara sekolah, guru, siswa, orang tua, dan berbagai stakeholder.
Ketika semua bergerak bersama dengan tujuan yang sama, maka prestasi yang tinggi dapat dicapai. Alhamdulillah, kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan diterimanya 172n siswa kami di berbagai PTN tahun ini,” ujar Meri.
Ia berharap capaian itu memotivasi siswa dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Lampung.(Red)
- Penulis: Andi



