Pementasan Difabel Sadila Angkat Pesan Moral Kuat
- account_circle Andi
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- print Cetak

Pementasan Difabel Sadila Tampilkan Kisah Penuh Makna
Lampung, TIPIKAL.ID — Pementasan difabel Sadila menghadirkan pesan moral kuat dalam pertunjukan teater kabaret bertajuk “Garuda Wisnu Kencana” di Lampung. Kegiatan ini melibatkan anak-anak difabel yang tampil memukau dan menyampaikan kisah sarat makna kepada penonton.
-
Agenda Tahunan Bertepatan Hari Pendidikan Nasional
Selain itu, pementasan ini menjadi bagian dari agenda tahunan “Teater Kabaret Sahabat” yang telah memasuki tahun keempat. Tahun ini, kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang menekankan semangat inklusi.
-
Kisah Kolosal Angkat Tema Keadilan
Selanjutnya, para peserta membawakan kisah kolosal selama kurang lebih 90 menit yang diadaptasi dari legenda Nusantara.
Cerita tersebut mengangkat tema keserakahan dan keadilan yang relevan dengan kehidupan sosial.
-
Alur Cerita Sampaikan Pesan Moral Mendalam
Dalam alur cerita, para pemain menggambarkan sosok permaisuri yang dikuasai ketamakan. Namun demikian, keadilan tetap menang dan menjadi inti pesan yang disampaikan kepada penonton.
-
Sadila Konsisten Angkat Legenda Nusantara
Ketua Pelaksana kegiatan, Shiva Ramadhani, menjelaskan bahwa pemilihan tema bertujuan mengangkat kisah legenda Indonesia ke panggung seni.
“Sebelumnya kami sudah mementaskan kisah Malin Kundang, Si Pahit Lidah, hingga Suruntul dan Buaya Perompak. Tahun ini kami ingin menghadirkan konsep yang lebih besar, seperti ‘menurunkan kayangan ke bumi’,” ujarnya saat ditemui usai pementasan, Minggu (3/5/2026).
-
Difabel Sampaikan Nilai Integritas
Selain itu, Shiva menegaskan bahwa pertunjukan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat.
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah keadilan akan tegak dengan caranya sendiri. Kita tidak boleh serakah, karena orang yang serakah tidak akan pernah merasa cukup,” tambahnya.
-
Difabel Tunjukkan Kemampuan dan Kreativitas
Di sisi lain, pementasan ini menjadi bukti bahwa anak-anak difabel memiliki kemampuan dan kreativitas yang setara.
Oleh karena itu, Sadila berupaya menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak disabilitas itu mampu. Mereka bisa berkarya, mereka bisa tampil, dan mereka berusaha untuk sejajar dengan teman-teman non-disabilitas,” tegas Shiva.
-
Persiapan Panjang Hadapi Tantangan
Selanjutnya, tim pelaksana menjalani proses persiapan selama kurang lebih tiga bulan. Mereka menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjaga fokus dan stamina para peserta.
Namun demikian, dedikasi para pendamping serta semangat peserta mampu mengatasi seluruh hambatan hingga pementasan berjalan lancar.
“Dedikasi para pendamping dan semangat anak-anak menjadi kunci utama. Semua proses akhirnya bisa berjalan dengan baik hingga hari pementasan,” jelasnya.
-
Apresiasi Penonton dan Harapan Berkelanjutan
Sementara itu, pementasan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari penonton. Tepuk tangan meriah menunjukkan bahwa karya para difabel mampu menyentuh hati masyarakat.
Ke depan, Sadila berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai agenda rutin. Selain itu, mereka ingin menghadirkan ruang ekspresi yang lebih luas bagi difabel untuk berkarya. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



