Breaking News
dark_mode

Cash Flow PPPK Maluku Utara Tak Cukup Bayar Gaji hingga Akhir 2026

  • account_circle Andi
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • print Cetak

Cash Flow PPPK Jadi Kendala Pemda Maluku Utara

Jakarta, tipikal.id — Cash Flow PPPK menjadi persoalan serius yang dihadapi Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan pemerintah daerah tidak memiliki kemampuan arus kas yang cukup untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga akhir tahun 2026.

Sherly menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI pada Senin (8/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi rencana pemerintah pusat yang akan memberikan relaksasi belanja pegawai.

Namun, menurutnya kebijakan tersebut belum menyelesaikan persoalan utama yang dihadapi daerah.

  • Relaksasi Belanja Dinilai Belum Menjawab Masalah Daerah

Sherly menegaskan bahwa relaksasi belanja pegawai belum mampu mengatasi keterbatasan fiskal yang dialami pemerintah daerah.

“Mendengar Bu MenPAN-RB terkait relaksasi untuk itu kami memberikan apresiasi, tetapi tadi juga sudah mendengar semua keluhan dari kepala daerah bahwa itu tidak menyelesaikan masalah kami di daerah, karena kami sekarang tidak punya cash flow untuk membayar gaji PPPK sampai dengan akhir tahun sehingga apakah masalah kami daerah selesai? Belum,” kata Sherly saat rapat di DPR.

Selain itu, Sherly meminta Komisi II DPR RI menggelar rapat lanjutan yang membahas kondisi fiskal daerah pada 2027. Ia mempertanyakan kemungkinan adanya pemotongan anggaran kembali pada tahun mendatang.

“Dan kemudian pertanyaan berikutnya adalah mungkin kita butuh ada RDP berikutnya tentang bagaimana fiskal 2027.

Apakah ada pemotongan anggaran lagi, dari yang sudah dipotong 2026? Tadi juga dari ketua komisi mengatakan bahwa APBN pun sulit saat ini, kami juga memahami itu,” ujar Sherly.

  • Pemda Mengaku Kehilangan Ruang untuk Berinovasi

Menurut Sherly, pemerintah daerah memahami kebutuhan untuk melakukan inovasi guna meningkatkan pendapatan. Namun, ia menilai sejumlah kewenangan daerah telah beralih ke pemerintah pusat sehingga ruang inovasi menjadi terbatas.

“Bahwa kami harus melakukan inovasi, kami juga memahami itu. Tetapi permasalahan kita di daerah, ketika kita harus melakukan inovasi, banyak tools, banyak otoritas dari kami itu yang sudah diambil oleh pusat sehingga kami pun tidak memiliki ruang untuk bisa berinovasi,” tambahnya.

Di sisi lain, kebijakan terkait PPPK di daerah juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

  • Belanja Pegawai Lampaui Dana Alokasi Umum

Sherly mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Maluku Utara saat ini cukup berat. Ia menjelaskan bahwa nilai Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima daerah lebih kecil dibandingkan kebutuhan belanja pegawai.

“Contoh seperti kita di Maluku Utara, DAU kita itu cuma Rp 960 sekian miliar, sedangkan belanja pegawai kita itu Rp 1,1 triliun. Artinya, belanja pegawai kita tuh sudah melebihi DAU,” katanya.

Karena itu, Sherly meminta pemerintah pusat mengembalikan sebagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang saat ini masih tertahan.

  • Minta Sebagian Dana Bagi Hasil Dikembalikan

Sherly menilai pengembalian sebagian DBH dapat membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Bahwa kemudian kita berimprovisasi dengan PAD (pendapatan asli daerah) dan DBH (dana bagi hasil). Dan dana bagi hasil itu kan namanya juga dana bagi hasil, itu kami kami ditahan 60 persen. Mungkin kami tidak meminta dari DAU, kami pun tidak meminta bahwa dibayar oleh APBN PPPK, kami hanya minta sebagian dari 60 persen DBH dikembalikan,” kata dia.

Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah pusat dan DPR menghadirkan solusi konkret terkait pembiayaan gaji PPPK di daerah.

“Pada akhirnya menurut pendapat kami, relaksasi yang diberikan ini adalah hal yang baik, tapi akan mengorbankan belanja infrastruktur dan infrastruktur itu diperlukan untuk fondasi percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujar Sherly.

“Dan pertumbuhan ekonomi di daerah itu adalah fondasi pertumbuhan ekonomi nasional sehingga secara jangka panjang jika tidak diatur dan tidak dicari solusi konkret tentang fiskal daerah ini, maka akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional pada akhirnya,” imbuhnya. (Andi Rahmat)

  • Penulis: Andi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin Buka Pendaftaran 2026

    Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin Buka Pendaftaran 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Pendaftaran Santri Baru Khulafaurrosyidin BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin membuka pendaftaran calon santri baru pada 2026 dengan menawarkan sejumlah program pendidikan keagamaan dan pendidikan formal. Pesantren yang beralamat di Jalan Cendana, Gang Wawai, Tanjung Senang, Bandar Lampung, itu juga menawarkan diskon 50 persen biaya pendaftaran. Program Unggulan Pesantren Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin memadukan pembelajaran […]

  • Auditor Kompeten, Khairunnas Ucapkan Selamat dan Sukses

    Auditor Kompeten, Khairunnas Ucapkan Selamat dan Sukses

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Auditor Kompeten Raih Hasil Memuaskan pada Uji Kompetensi Auditor Ahli Pertama Bandar Lampung, tipikal.id — Auditor Kompeten menjadi sorotan dalam apresiasi yang disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, H. Khairunnas, S.H., M.H., CGCAE, kepada peserta yang berhasil meraih hasil kompeten pada Uji Kompetensi Auditor Ahli Pertama. Apresiasi tersebut menunjukkan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas […]

  • Reval Anugrah Juara 1 OMI Lampung, Siap ke Nasional

    Reval Anugrah Juara 1 OMI Lampung, Siap ke Nasional

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    OMI Lampung, Reval Anugrah Melaju ke Tingkat Nasional LAMPUNG BARAT, Tipikal.id — Reval Anugrah, siswa MTsN 1 Lampung Barat, meraih Juara 1 Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Lampung pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Prestasi ini mengantarkan Reval untuk mengikuti OMI tingkat nasional di Jakarta pada 23–27 November 2026. Reval Anugrah Wakili […]

  • OSN-P 2026: SMP Negeri 9 Krui Kirim Empat Siswa Berprestasi

    OSN-P 2026: SMP Negeri 9 Krui Kirim Empat Siswa Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    OSN-P 2026 Jadi Ajang Pembuktian Prestasi Siswa SMP Negeri 9 Krui Pesisir Barat, Tipikal.id — OSN-P 2026 menjadi ajang bagi SMP Negeri 9 Krui untuk menunjukkan hasil pembinaan akademik. Sekolah tersebut resmi mengirimkan empat peserta terbaik untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Tahun 2026 pada dua bidang lomba, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) […]

  • Akses Pendidikan Lampung Raih Terbaik II Tingkat Regional

    Akses Pendidikan Lampung Raih Terbaik II Tingkat Regional

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Penghargaan Akses Pendidikan Lampung Buktikan Penguatan Layanan Pendidikan Lampung, Tipikal.id — Pemerintah Provinsi Lampung membuktikan komitmennya memperluas layanan pendidikan dengan meraih penghargaan Terbaik II kategori Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan tingkat provinsi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI bersama Kompas TV. Dalam ajang tersebut, Lampung menempati posisi […]

  • Rembuk Pekon Selesaikan Perselisihan Warga di Bunga Mayang

    Rembuk Pekon Selesaikan Perselisihan Warga di Bunga Mayang

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Rembuk Pekon Jadi Solusi Damai Perselisihan Warga di Bunga Mayang Lampung Utara, Tipikal.id — Rembuk Pekon kembali menjadi solusi penyelesaian perselisihan warga di wilayah Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Melalui pendekatan humanis, Polsek Bunga Mayang memfasilitasi proses mediasi terhadap dua warga yang berselisih akibat kesalahpahaman dalam komunikasi hingga memicu keributan. Kegiatan berlangsung di Mako […]

expand_less