PM-AAS Lampung Dongkrak Produktivitas Padi hingga 11,4 Ton
- account_circle Andi
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- print Cetak

PM-AAS Lampung Perkuat Produktivitas Petani
LAMPUNG TENGAH, Tipikal.id — PM-AAS Lampung mendorong peningkatan produktivitas padi melalui penerapan teknologi pertanian modern. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai program tersebut mampu memberi hasil signifikan setelah panen model di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).
-
Panen PM-AAS Capai 11,4 Ton
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung menggelar panen model Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di lahan demfarm seluas 100 hektare. Program tersebut melibatkan empat kelompok tani dan sekitar 77 petani.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan hasil panen itu membuktikan kemampuan teknologi pertanian modern dalam meningkatkan produktivitas padi.
“Alhamdulillah, modeling PM-AAS yang dilakukan di Provinsi Lampung hari ini sudah dipanen dan ubinannya juga luar biasa, 11,4 ton. Tentunya piloting ini berhasil,” ujar Gubernur.
Selanjutnya, Pemprov Lampung akan memperluas penerapan PM-AAS Lampung ke berbagai wilayah. Gubernur menilai keberhasilan program percontohan tersebut harus mendorong peningkatan produktivitas petani secara lebih luas.
“Piloting ini berhasil. Kita akan ekstensifikasi bagaimana ini akan sebanyak-banyaknya ditanam di Provinsi Lampung,” tegasnya.
-
Lampung Targetkan PM-AAS 35.000 Hektare
Gubernur menjelaskan Kementerian Pertanian menargetkan penerapan PM-AAS di Lampung mencapai 35.000 hektare hingga Desember 2026.
Karena itu, Pemprov Lampung akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pertanian serta pemerintah kabupaten dan kota.
“Kita akan fokus, kita akan bantu, kita akan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian supaya target 35.000 ini bisa tercapai,” kata Gubernur.
Menurut Gubernur, peningkatan produktivitas pertanian dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat. Selain itu, peningkatan hasil panen dapat mendorong kenaikan pendapatan petani.
“Kalau petani makmur, insyaallah Provinsi Lampung makmur. Kalau petani maju, insyaallah Lampung maju,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya manfaat pembangunan pertanian bagi petani dan keluarganya. Ia berharap peningkatan pendapatan dapat membantu keluarga petani memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan yang lebih layak.
-
POC Dukung Produktivitas Padi
Selain PM-AAS Lampung, Pemprov Lampung mengembangkan program Pupuk Organik Cair (POC). Program tersebut mengarah pada peningkatan produktivitas sekaligus penguatan kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi.
Gubernur mengatakan Pemprov Lampung mengembangkan program POC berdasarkan riset yang telah berjalan sejak 2017.
“Tahun ini sudah saya selesaikan, tahun kemarin 500 titik desa, tahun ini 2.000 desa. Berarti nanti ada 2.500 desa. Total semuanya 4 juta liter saya bagikan kepada seluruh petani,” jelasnya.
Selanjutnya, Gubernur menargetkan dukungan POC menjangkau seluruh lahan pertanian Lampung secara bertahap.
Ia juga menyebut kolaborasi PM-AAS dengan POC menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman.
“Ini kita sudah kolaborasi dengan PM-AAS dengan metode penanaman Pak Amran dan alhamdulillah ada peningkatan produktivitas, naik 10 persen lebih. Jadi ini adalah program pemerintah pusat berkolaborasi dengan program Pemerintah Provinsi Lampung dan manfaatnya langsung dirasakan oleh petani,” ungkapnya.
-
Produksi Padi Lampung Target 3,5 Juta Ton
Pemprov Lampung menargetkan produksi padi pada 2026 mencapai sekitar 3,5 juta ton. Untuk mencapai target itu, pemerintah akan mendorong peningkatan produktivitas, indeks pertanaman (IP), penguatan irigasi, penggunaan benih unggul, serta penerapan teknologi pertanian modern.
Dengan perluasan PM-AAS Lampung dan peningkatan indeks pertanaman, Gubernur optimistis produksi padi Lampung dapat terus tumbuh.
“Ketika PM-AAS ini lebih banyak diterapkan di seluruh sawah di Provinsi Lampung, dan IP juga naik tahun depan, saya yakin kita bisa sampai 4 juta ton,” ujarnya.
-
Lampung Tengah Punya Peran Strategis
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menilai Lampung Tengah memiliki posisi penting dalam pembangunan pertanian Lampung. Menurutnya, sekitar 20 persen petani Lampung berada di Kabupaten Lampung Tengah.
“Kalau memajukan Provinsi Lampung, tengahnya Lampung yaitu Lampung Tengah ini harus didongkrak, harus dimajukan,” tegasnya.
Karena itu, Pemprov Lampung juga mencari mekanisme untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan desa. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan sektor pertanian.
Gubernur menegaskan Pemprov Lampung akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan untuk mendorong pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan.
“Ini adalah kesempatan emas bagi Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraannya,” pungkas Gubernur.
-
Lampung Masuk Lima Besar Penopang Pangan Nasional
Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) dan Swasembada Pangan Provinsi Lampung Tin Latifah mengatakan Lampung masuk lima besar provinsi pendukung produksi pangan nasional.
Karena itu, peningkatan produktivitas padi di Lampung memiliki arti penting bagi pencapaian swasembada pangan nasional.
“Lampung menjadi salah satu penyokong capaian produksi nasional, masuk lima besar provinsi pendukung produksi nasional. Jadi kalau Lampung terpuruk, nasional juga ikut terpuruk,” ujarnya.
Tin juga mengapresiasi dukungan Gubernur Lampung melalui program POC. Ia menilai program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan petani.
Selain itu, Tin berharap keberhasilan PM-AAS di Seputih Raman dapat mendorong perluasan teknologi pertanian ke wilayah lain.
“Selama ini kita meragukan produktivitas padi itu tidak bisa lebih dari 10 ton kalau bukan benih padi hibrida. Ternyata ini bisa,” katanya.
-
Teknologi Pertanian Dapat Dukungan Lintas Sektor
Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Lampung Tengah.
Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung Endro Gunawan mengatakan berbagai pihak mendukung pelaksanaan demfarm PM-AAS di Rama Nirwana.
Dukungan tersebut datang dari Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Tengah, Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia, BBWS Mesuji Sekampung, PLN, penyuluh, kelompok tani, serta gapoktan.
Selain teknologi budidaya, berbagai pihak juga mendukung petani melalui combine harvester, drone sprayer, irigasi perpompaan, listrik masuk sawah, benih unggul, dan sarana produksi pertanian.
Endro menyebut produktivitas rata-rata 11,2 ton per hektare sebagai hasil yang sangat menjanjikan. Apalagi, petani menjalankan demfarm tersebut saat kondisi kemarau.
Karena itu, keberhasilan tersebut dapat menjadi model bagi wilayah lain di Provinsi Lampung untuk mengembangkan pertanian modern. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi





