Festival Keris Nusantara Dibahas JMSI Lampung dan Bupati Pringsewu
- account_circle Andi
- calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
- print Cetak

Festival Keris Nusantara Jadi Agenda Pelestarian Budaya
Pringsewu, tipikal.id — Festival Keris Nusantara menjadi salah satu agenda budaya yang akan digelar di Kabupaten Pringsewu. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menggagas kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan benda pusaka dan kekayaan seni budaya Nusantara.
Selain itu, festival ini akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2027 dan perayaan HUT ke-7 JMSI yang berlangsung di Lampung pada Februari 2027.
Gagasan tersebut mengemuka saat Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan bersama jajaran pengurus JMSI Provinsi Lampung dan JMSI Kabupaten Pringsewu melakukan audiensi dengan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, Kamis (4/6/2026).
-
JMSI Dorong Pelestarian Benda Pusaka
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Novriwan yang didampingi Wakil Ketua Adi Pranoto, Sekretaris Anton Kurniawan, serta Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu Syaifullah menjelaskan bahwa gagasan festival muncul karena kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya perhatian terhadap benda pusaka di Indonesia, termasuk di Lampung.

“Organisasi JMSI ini merupakan organisasi pemilik perusahaan media, bukan organisasi wartawan. Di dalam organisasi ini anggotanya ada beragam kesibukan, di antaranya ada yang menggeluti dunia benda pusaka dan tergabung dalam Paguyuban Panjisewu. Bahkan menjabat ketua umumnya,” ungkap Novriwan.
“Berangkat dari realita tersebut, JMSI berinisiatif menyelenggarakan Festival Keris Pusaka Nusantara. Ini sekaligus merupakan upaya pelestarian benda pusaka dan adat budaya yang ada di Lampung,” imbuhnya.
-
Paguyuban Panjisewu Siap Mendukung
Ketua Paguyuban Panjisewu Donny Estavian menyampaikan bahwa JMSI Pusat dan Kementerian Kebudayaan telah sepakat berkolaborasi dalam pelestarian budaya serta khasanah pusaka Nusantara.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat komitmen menjaga warisan budaya bangsa.
“Paguyuban Panjisewu siap mendukung gagasan dan cita-cita yang diusung Menteri Kebudayaan bersama JMSI dalam menjaga keberlangsungan budaya dan benda pusaka,” ujar Donny.
Ia menilai pertemuan antara Ketua Umum JMSI dan Menteri Kebudayaan membawa semangat baru bagi para pegiat budaya di tengah tantangan pelestarian budaya saat ini.
“Kehadiran Kementerian Kebudayaan memberi suntikan semangat baru bagi para pegiat budaya di daerah.”
Donny juga menjelaskan bahwa Paguyuban Panjisewu telah berdiri selama enam tahun dan terus aktif menggelar kegiatan pelestarian budaya meski dukungan pemerintah masih terbatas.
“Paguyuban Panjisewu ini telah berdiri enam tahun. Selama itu pula, organisasi ini aktif berkontribusi dalam kegiatan pelestarian budaya meskipun dukungan pemerintah masih terbatas,” pungkasnya.
-
Bupati Pringsewu Dukung Festival Keris Nusantara
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyatakan dukungannya terhadap rencana penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara.
Namun, ia menekankan pentingnya penyusunan konsep dan narasi yang kuat mengenai identitas keris Lampung agar kegiatan tersebut menarik perhatian masyarakat.
“Ini positif, dan tentu kita dukung. Namun, perlu dibangun redaksional yang menggambarkan detail keris Lampung ini. Selain itu, juga perlu dibangun narasi. Ini penting untuk membangun imej sehingga kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara ini menarik minat masyarakat Lampung,” kata Bupati.
Selain itu, Riyanto mengungkapkan bahwa pihak terkait telah mengajukan desain keris Lampung kepada Gubernur Lampung.
“Untuk desain keris Lampung, sudah ada yang mengajukan desain kepada Bapak Gubernur. Namun, seperti apa hasilnya saya belum tahu,” tandasnya.
- Penulis: Andi



