Lapas Gunung Sugih Jadi Tempat Pembinaan Warga Binaan
- account_circle Andi
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- print Cetak

Lapas Gunung Sugih Perkuat Pembinaan Warga Binaan
Lampung Tengah, TIPIKAL.ID — Lapas Gunung Sugih kembali menunjukkan fungsi pembinaan pemasyarakatan yang berfokus pada perubahan perilaku dan peningkatan kualitas diri warga binaan.
Salah seorang warga binaan, M. Agung Ikhlasul Amal, mengaku mengalami perubahan besar selama menjalani masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Pernyataan itu muncul dalam keterangan tertulis tertanggal 9 Mei 2026. Selain itu, Agung menyebut dirinya mengalami perubahan pola pikir, sikap, hingga kehidupan spiritual selama berada di dalam lapas.
Ia juga memastikan kondisi kesehatannya tetap baik selama menjalani pembinaan.
-
Warga Binaan Ikuti Beragam Kegiatan Positif
Menurut Agung, pihak lapas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga aktif membangun karakter dan keterampilan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
“Selama saya menjalani hukuman di Lapas Gunung Sugih, kami dipenuhi dengan beragam kegiatan positif. Mulai dari kesenian, olahraga seperti futsal, mini sepak bola, voli, basket, hingga keterampilan pertanian dan perikanan. Semua ini membuat saya merasa Lapas Gunung Sugih ini seperti rumah kedua bagi saya saat ini,” tulis Agung dalam pernyataannya.
Selain itu, program pembinaan di dalam lapas juga mencakup kegiatan pendidikan karakter, pelatihan kerja, olahraga, hingga penguatan mental dan sosial warga binaan.
-
Lapas Gunung Sugih Dorong Pembinaan Spiritual
Agung mengaku perubahan terbesar dalam hidupnya terjadi pada sisi keagamaan. Sebelum menjalani pembinaan, ia mengaku jarang menjalankan ibadah secara rutin. Namun, lingkungan lapas perlahan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
“Di sini saya diajarkan mengaji dan melaksanakan sholat lima waktu. Hal yang dulunya tidak pernah saya lakukan, kini justru menjadi kebiasaan dan kewajiban yang saya jalani dengan rajin. Di tempat inilah saya mulai sadar, bertobat, dan bertekad memperbaiki seluruh perilaku buruk saya,” ungkapnya.
Selain itu, pendekatan pembinaan di Lapas Gunung Sugih juga menitikberatkan pemulihan mental, moral, dan sosial warga binaan sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.
-
Petugas Lapas Dinilai Aktif Beri Motivasi
Agung juga menilai para petugas dan pegawai lapas aktif memberikan arahan, motivasi, dan pembinaan kepada seluruh warga binaan. Menurutnya, pembinaan tersebut membantu warga binaan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti.
“Di sini saya dibina oleh para pegawai yang selalu mengajarkan kebaikan dan memberikan nasihat berharga. Tujuannya satu: agar nanti saat saya bebas, saya bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik, berguna bagi keluarga, dan juga bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengaku merasa nyaman dan tenang selama menjalani pembinaan di dalam lapas karena banyak memperoleh pengalaman hidup yang positif.
“Saya merasa sangat nyaman dan tenang berada di sini. Banyak hal positif dan ilmu yang sangat bermanfaat yang saya peroleh semenjak berada di Lapas Gunung Sugih.
Semoga perubahan diri ini bisa menjadi contoh dan pesan bagi teman-teman semua, bahwa tempat ini adalah sarana perbaikan dan pembinaan menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Agung dalam pesannya.
-
Sistem Pemasyarakatan Fokus pada Reintegrasi Sosial
Program pembinaan di Lapas Gunung Sugih menjadi bagian dari sistem pemasyarakatan yang menitikberatkan proses reintegrasi sosial warga binaan.
Karena itu, berbagai kegiatan mental, spiritual, pendidikan, dan keterampilan terus berjalan guna membantu warga binaan kembali menjadi pribadi produktif dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan masa pidana. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



