Breaking News
dark_mode

Pelaut Terjebak di Selat Hormuz Hampir 100 Hari Tanpa Kepastian

  • account_circle Andi
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

Pelaut Terjebak di Selat Hormuz Hadapi Krisis Berkepanjangan

Jakarta,tipikal.id — Pelaut terjebak di Selat Hormuz selama hampir 100 hari setelah perang AS-Israel dengan Iran memicu penutupan jalur pelayaran strategis tersebut sejak akhir Februari 2026. Ribuan awak kapal dari berbagai negara kini menghadapi ketidakpastian, keterbatasan pasokan, hingga tekanan mental akibat konflik yang belum sepenuhnya berakhir.

Kapten Hassan Khan, pelaut asal Pakistan, mengaku dirinya dan rekan-rekannya terus menjalankan rutinitas kerja meski situasi di sekitar mereka sangat mencekam.

“Benar-benar aneh bahwa segala sesuatu terlihat normal di luar, tetapi orang-orang di dalam tidak tenang.”

“Stres selalu ada di pikiran kami. Semua orang benar-benar kelelahan baik secara fisik maupun mental.”

  • Ribuan Kapal Tidak Bisa Keluar dari Teluk

Organisasi Maritim Internasional (IMO) memperkirakan sekitar 1.600 kapal masih tertahan di kawasan Teluk karena Iran menutup Selat Hormuz, satu-satunya jalur keluar dari wilayah tersebut.

Kapten Shafiqul Islam, pelaut asal Bangladesh yang mengoperasikan kapal Banglar Joyjatra, menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi tanpa jalan keluar.

“Seolah-olah kami terjebak di sebuah kolam. Hanya ada satu jalan keluar, dan itu adalah Hormuz.”

Islam dan awak kapalnya telah dua kali mencoba meninggalkan kawasan tersebut. Namun, kedua upaya itu gagal setelah otoritas Iran mengeluarkan peringatan agar kapal tidak melanjutkan pelayaran.

  • Harga Air dan Logistik Melonjak Tajam

Selain menghadapi ancaman keamanan, para pelaut juga harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Pasokan makanan dan air masih tersedia, tetapi biaya pengadaannya melonjak drastis.

Kepala Kamar Mesin Banglar Joyjatra, Rashedul Hasan, menjelaskan bahwa harga air meningkat berkali-kali lipat dibandingkan kondisi normal.

“Kami membeli sekitar 180 ton air untuk kapal dua hari lalu. Sebelumnya biayanya antara US$1.500 dan US$2.000. Sekarang biayanya menjadi US$11.000.”

Sementara itu, seorang pelaut Korea yang tidak ingin disebutkan namanya menilai sebagian pemasok memanfaatkan situasi tersebut.

“Juga terasa bahwa beberapa pemasok makanan dan air mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini dan meraup keuntungan berlebihan.”

Di sisi lain, suhu udara yang diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius saat musim panas meningkatkan kebutuhan air bagi seluruh awak kapal yang masih bertahan di kawasan Teluk.

  • Ancaman Rudal dan Serangan Masih Membayangi

Konflik yang berlangsung di sekitar Selat Hormuz membuat para pelaut terus hidup dalam ketakutan. Kapten Islam mengatakan awak kapalnya telah berkali-kali menyaksikan serangan rudal di sekitar jalur pelayaran.

“Kadang-kadang rudal melintas di atas satu kapal, dan kadang-kadang puing-puing jatuh ke kapal berikutnya.”

Insinyur kapal Rashedul Hasan menambahkan bahwa serangan yang terjadi sepanjang malam membuat awak kapal sulit beristirahat.

“Setiap kali serangan berlangsung sepanjang malam, tidak ada dari kami yang bisa tidur.”

“Kami telah menyaksikan kengerian dan kehancuran dengan mata kepala sendiri.”

Menurut data IMO, sedikitnya 11 pelaut meninggal dunia dan satu orang lainnya masih hilang dalam 39 insiden yang telah terverifikasi sejak konflik pecah.

  • Masa Depan Pelaut dan Industri Pelajaran Dipertanyakan

Kondisi yang berlangsung berbulan-bulan mulai memengaruhi industri pelayaran global. Banyak kontrak awak kapal telah berakhir, tetapi pergantian kru sulit dilakukan karena situasi keamanan yang belum stabil.

Seorang pelaut Pakistan bernama samaran Kamil menilai krisis ini akan mengubah pandangan banyak orang terhadap profesi pelaut.

“Krisis ini menunjukkan betapa berbahayanya pekerjaan ini.”

“Banyak pelaut mungkin akan memandang profesi ini secara berbeda.”

Masood, seorang koki kapal tanker minyak asal Pakistan, juga mengaku mulai mempertimbangkan kembali pekerjaannya setelah kontraknya berakhir.

“Saya pikir saya akan segera pulang, tetapi sekarang kami masih terjebak di dekat Selat Hormuz tanpa rencana masa depan yang jelas.”

“Setiap hari keluarga saya bertanya kapan saya akan kembali, tetapi saya tidak punya jawaban untuk mereka.”

  • Diplomasi Jadi Harapan Terakhir

Meski situasi masih sulit, sejumlah kapal berhasil melintasi Selat Hormuz melalui jalur diplomasi langsung dengan Iran. Perusahaan data maritim Kpler mencatat sekitar 750 kapal telah memperoleh izin melintas sejak 28 Februari 2026.

Bangladesh juga terus berupaya memulangkan kapal Banglar Joyjatra melalui koordinasi dengan Iran dan pemilik kapal, Bangladesh Shipping Corporation (BSC).

Namun, Direktur Pelaksana BSC, Komodor Mahmudul Malek, mengungkapkan bahwa upaya tersebut menghadapi hambatan baru.

“Kami sekarang berada dalam krisis ganda.”

Menurutnya, Bangladesh sempat menyetujui biaya yang diminta Iran agar kapal dapat melintas. Akan tetapi, rencana tersebut batal setelah Amerika Serikat mengancam sanksi terhadap negara yang melakukan pembayaran tersebut.

Hingga kini, diplomasi internasional masih menjadi harapan utama bagi ribuan pelaut yang menunggu kesempatan untuk meninggalkan Selat Hormuz dan kembali ke rumah masing-masing. (Andi Rahmat)

  • Penulis: Andi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Advokat PERADI Lampung: 173 Resmi Diambil Sumpah

    Advokat PERADI Lampung: 173 Resmi Diambil Sumpah

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    173 Advokat PERADI Lampung Resmi Mengucapkan Sumpah BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Advokat PERADI sebanyak 173 orang resmi mengucapkan sumpah profesi di Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Rabu (16/9/2026). Para advokat baru tersebut berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung. Ali Hasan Jadi Advokat Termuda Dalam pelantikan tersebut, Ali Hasan menjadi advokat termuda yang mengikuti pengambilan sumpah. Kehadirannya […]

  • Salat Jumat Keliling, Kapolda Lampung Tegaskan Polisi untuk Masyarakat

    Salat Jumat Keliling, Kapolda Lampung Tegaskan Polisi untuk Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Salat Jumat Keliling Perkuat Kedekatan Kapolda Lampung dengan Warga LAMPUNG, Tipikal.id — Salat Jumat Keliling menjadi langkah Kapolda Lampung Brigjen Pol. Yustan Alpiani, S.I.K., S.H., M.Hum., untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Bersama Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., dan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, ia melaksanakan Salat Jumat di Masjid Airan, Jumat (16/10/2026). […]

  • Rijcki Gilang Sumantri Puji Keteladanan Prof. Dasco

    Rijcki Gilang Sumantri Puji Keteladanan Prof. Dasco

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Keteladanan Prof. Dasco Jadi Kompas Moral Kader Gerindra TANGERANG, Tipikal.id — Rijcki Gilang Sumantri menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Prof. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. Ia merupakan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Tangerang itu menilai Prof. Dasco sebagai teladan bagi kader. Menurutnya, […]

  • Deteksi Dini MTsN 2 Bandar Lampung Cek Kesehatan Guru

    Deteksi Dini MTsN 2 Bandar Lampung Cek Kesehatan Guru

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Deteksi Dini MTsN 2 Bandar Lampung Cek Kesehatan Guru BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Deteksi dini menjadi fokus kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar MTsN 2 Bandar Lampung bersama UPT Puskesmas Korpri Sukarame bagi guru dan pegawai di Ruang UKS MTsN 2 Bandar Lampung, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut mulai pukul 08.00 WIB dan melibatkan seluruh guru […]

  • Beasiswa Pergunu: Mahasiswa Diminta Kembali Bangun Lampung

    Beasiswa Pergunu: Mahasiswa Diminta Kembali Bangun Lampung

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Kemenag Lampung Tekankan Integritas Penerima Beasiswa BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Penerima beasiswa Pergunu diminta kembali ke Lampung setelah menyelesaikan pendidikan tinggi agar dapat menerapkan ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung dalam acara pelepasan mahasiswa penerima beasiswa program S-1 dan S-2 Pimpinan Wilayah […]

  • Komitmen Sakamuli Prentha Jadi Pembela Rakyat Kecil

    Komitmen Sakamuli Prentha Jadi Pembela Rakyat Kecil

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Komitmen Sakamuli Prentha Mengawal Keadilan Hukum TANGERANG, Tipikal.id — Komitmen Sakamuli Prentha dalam membela rakyat kecil menjadi perhatian di tengah dinamika penegakan hukum di Indonesia. Praktisi hukum senior Sakamuli Prentha, S.H., M.H., menegaskan tekad profesional dan moralnya untuk mengawal hak-hak konstitusional masyarakat, terutama kelompok rentan secara ekonomi maupun struktural. Advokat Berkomitmen Membela Masyarakat Rentan Sakamuli […]

expand_less