Bedah Rumah Mbah Surip Wujud Kepedulian Nyata Ditjenpas Lampung
- account_circle Andi
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- print Cetak

Bedah Rumah Mbah Surip Libatkan Warga Binaan Bangun Hunian Layak
Lampung, Tipikal.id — Bedah Rumah Mbah Surip menunjukkan kepedulian nyata Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung kepada masyarakat kurang mampu. Jajaran Ditjenpas Lampung bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Lampung bergotong royong membangun rumah layak huni bagi Mbah Surip di Dusun V Jati Sari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kakanwil Ditjenpas Lampung meresmikan rumah tersebut pada Kamis (25/6/2026) sebagai bagian dari pelaksanaan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mengedepankan aksi sosial.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung, Dr. Maulidi Hilal, Bc.IP., S.H., M.Si., memimpin peresmian rumah itu. Ia didampingi Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Jumadi, A.Md., IP., S.H., M.H., Danramil 421-09/TJB Kapten Inf Tarekat, Kepala Desa Jatimulyo H. Sumardi, S.E., Kepala Dusun V A Jati Sari Sarmin, serta Kepala Dusun V B Jati Sari Suminta.
-
Program Akselerasi Hadir Lewat Aksi Sosial
Maulidi Hilal menegaskan program bedah rumah itu menjadi wujud nyata kepedulian jajaran pemasyarakatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini merupakan salah satu dari 15 program akselerasi Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, di mana kegiatan-kegiatan sosial menjadi wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang memang membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Selanjutnya, Maulidi menjelaskan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, mengawali pembangunan rumah tersebut dengan memetakan warga di sekitar lingkungan kerja yang membutuhkan bantuan.
“Kalapas mencoba melihat lingkungan sekitar mana yang memang perlu dibantu. Setelah tim kami menelusuri, rezeki jatuh kepada Mbah Surip. Akhirnya Alhamdulillah para Kalapas, Karutan, Kabapas, dan Kepala LPKA berembuk, kemudian sepakat membangun rumah Mbah Surip agar beliau lebih nyaman menempatinya. Mudah-mudahan menjadi rahmat dan keberkahan bagi Mbah Surip beserta keluarganya,” katanya.
-
Warga Binaan Turut Membangun Rumah
Seluruh UPT Pemasyarakatan di Provinsi Lampung bergotong royong menyelesaikan pembangunan rumah Mbah Surip dalam waktu satu bulan 14 hari.
Selain itu, Ditjenpas Lampung melibatkan warga binaan yang mengikuti program asimilasi dan integrasi sosial. Mereka memenuhi seluruh persyaratan serta memiliki keterampilan di bidang konstruksi sehingga ikut membangun rumah tersebut.
“Kami memiliki program integrasi sosial dan asimilasi. Warga binaan yang memenuhi syarat serta memiliki keterampilan dalam bidang pembangunan fisik maupun sipil, merekalah yang membantu membangun rumah ini. Alhamdulillah dalam waktu satu bulan empat belas hari rumah ini dapat diselesaikan,” jelas Maulidi.
Maulidi menilai keterlibatan warga binaan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial selama menjalani proses pembinaan.
“Ini merupakan salah satu bentuk mengasah kepekaan sosial warga binaan. Mereka melihat langsung bagaimana kondisi rumah sebelumnya, kemudian bersama-sama membangunnya. Mudah-mudahan bukan hanya membangun kepribadian mereka, tetapi juga membangun kepekaan sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
-
Rumah Lengkap dan Siap Dihuni
Jajaran pemasyarakatan tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapi berbagai kebutuhan pokok agar Mbah Surip dapat langsung menempati rumah barunya.

“Alhamdulillah teman-teman juga ikut bersedekah. Ada yang mengisi tempat tidur, kursi tamu, kompor, dan perlengkapan rumah lainnya. Jadi sudah cukup lengkap untuk standar sebuah rumah,” ujarnya.
-
Bedah Rumah Hapus Stigma terhadap Warga Binaan
Maulidi menilai program tersebut membuktikan bahwa warga binaan tetap memiliki kepedulian kepada masyarakat dan mampu memberi manfaat melalui proses pembinaan.
“Kami merasakan bahwa mereka juga masih peduli kepada lingkungannya. Ini menghapus stigma bahwa di Lapas tidak melulu orang jahat, tetapi mereka juga bisa kembali berbakti dan mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Maulidi menegaskan sistem pemasyarakatan tidak hanya menjalankan hukuman, tetapi juga memulihkan hubungan warga binaan dengan Tuhan, keluarga, masyarakat, dan negara.
“Karena tujuan pemasyarakatan adalah menyatukan kembali hubungan yang sempat retak, yaitu hubungan manusia dengan Tuhannya, dengan masyarakat dan keluarga, serta dengan negara. Semua itu dapat diwujudkan melalui kegiatan pembangunan rumah ini,” tegasnya.
-
Ditjenpas Lampung Berkomitmen Lanjutkan Program Sosial
Menjawab pertanyaan wartawan Tipikal.id tentang keberlanjutan program tersebut, Maulidi menegaskan jajaran pemasyarakatan akan terus mengembangkan berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“InsyaAllah ya, karena ini yang kita bangun adalah semangat kepedulian. Jadi apa pun bentuknya, yuk kita sama-sama,” pungkasnya.
Maulidi berharap semangat gotong royong terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan merasakan manfaat dari kehadiran jajaran pemasyarakatan di tengah kehidupan bermasyarakat. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



