Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Lampung Daring
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- print Cetak

Oplus_16908288
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
LAMPUNG, Tipikal.id — Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah antisipasi. Pemprov Lampung menginstruksikan seluruh satuan pendidikan mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring dari rumah.
-
Pembelajaran Daring Berlaku Dua Hari
Gubernur Lampung menerbitkan Surat Edaran Nomor 150 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik pada Minggu, 6 September 2026.
Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Lampung meminta sekolah menjalankan pembelajaran daring mulai Senin, 7 September hingga Selasa, 8 September 2026. Pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi erupsi dan dampak abu vulkanik dari otoritas terkait.
-
Berlaku untuk Seluruh Jenjang Pendidikan
Kebijakan tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Americo mengatakan kebijakan itu mengikuti instruksi Gubernur Lampung. Pemprov mengambil langkah tersebut untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik.
“Sesuai dengan instruksi Pak Gubernur, kita mengambil langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik. Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dialihkan secara daring dari rumah,” ujar Thomas, pada Minggu, (6/9/2026).
-
Guru Tetap Jalankan Tugas
Meski siswa mengikuti pembelajaran dari rumah, Thomas menegaskan kepala satuan pendidikan dan guru tetap menjalankan tugas masing-masing.
Selain itu, sekolah harus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif melalui platform digital yang tersedia.
-
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Di tengah kondisi tersebut, Thomas meminta siswa, guru, dan orang tua mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat perlu mengenakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan. Kondisi tersebut antara lain dapat memicu gangguan pernapasan serta iritasi pada mata dan kulit.
“Kami juga mengimbau orang tua untuk ikut mengawasi dan mendampingi anak selama pembelajaran daring. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas,” kata Thomas.
-
Pemprov Pantau Kondisi Sekolah
Sementara itu, Pemprov Lampung meminta Dinas Pendidikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap wilayah memantau kondisi dan keamanan lingkungan satuan pendidikan.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berupaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap peserta didik. Pada saat yang sama, pemerintah tetap menjaga keberlangsungan proses pendidikan selama kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian. (Red)
- Penulis: Andi




