Problem Solving Polsek Abung Tengah Redam Perkelahian Pelajar
- account_circle Andi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Problem Solving Polsek Abung Tengah
LAMPUNG UTARA, Tipikal.id — Problem solving Polsek Abung Tengah membantu menyelesaikan perkelahian antar pelajar SMAN 1 Abung Tengah melalui mediasi bersama pihak sekolah, pemerintah desa, dan orang tua pada Rabu (23/9/2026).
-
Mediasi Libatkan Sekolah dan Orang Tua
Polsek Abung Tengah melalui Bhabinkamtibmas bersama Kanit Sabhara menggelar mediasi di SMAN 1 Abung Tengah. Polisi mempertemukan pihak-pihak terkait untuk mencari penyelesaian secara damai dan kekeluargaan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Bhabinkamtibmas Polsek Abung Tengah Aiptu Sanitia Tara, Kanit Sabhara Aipda Wawan Eka Jaya, Kepala Desa Pekurun Selatan M. Tayip, Kepala Desa Sri Bandung Bustumi, Kepala Sekolah SMAN 1 Abung Tengah Suryani, orang tua pelajar, staf, serta dewan guru.
Dalam mediasi itu, setiap pihak menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan perkelahian antar pelajar. Selanjutnya, mereka membahas solusi untuk mencegah persoalan berkembang dan menjaga lingkungan sekolah tetap aman.
-
Orang Tua Sepakati Penyelesaian Kekeluargaan
Setelah berdiskusi, orang tua pelajar sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Selain itu, pihak sekolah dan orang tua akan memberikan pembinaan kepada para pelajar agar mereka tidak mengulangi perkelahian.
Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati, menjelaskan bahwa problem solving Polsek Abung Tengah menjadi salah satu langkah kepolisian untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan sosial, termasuk masalah yang melibatkan pelajar.
“Polri hadir untuk membantu mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dalam persoalan ini, kami mengedepankan mediasi dan penyelesaian secara kekeluargaan dengan tetap memperhatikan pembinaan terhadap para pelajar,” ujar IPTU Herawati.
-
Polisi Dorong Pembinaan Pelajar
Menurut Herawati, sekolah dan orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi serta membina anak-anak. Karena itu, kedua pihak perlu memperkuat komunikasi untuk mencegah perkelahian dan tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban di sekolah.
Selain itu, polisi mengingatkan para pelajar agar menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik tanpa menggunakan kekerasan.
“Kami mengimbau kepada para pelajar untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan komunikasi yang baik dan tidak melakukan tindakan kekerasan. Jika terjadi permasalahan, segera sampaikan kepada pihak sekolah, orang tua, maupun Bhabinkamtibmas untuk dicarikan solusi,” pungkasnya.
Melalui mediasi tersebut, pihak kepolisian, sekolah, pemerintah desa, dan orang tua mendorong penyelesaian masalah secara damai sekaligus memperkuat pembinaan terhadap para pelajar.
- Penulis: Andi




