Kades Buncitan Bunuh Diri Diduga Terlilit Utang
- account_circle Andi
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- print Cetak

Kades Buncitan Bunuh Diri Gegerkan Warga Desa
Jawa Timur, TIPIKAL.ID — Peristiwa Kades Buncitan bunuh diri menggegerkan warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Korban bernama Mujiono meninggal dunia di balai desa pada Minggu (3/5/2026).
-
Petugas Temukan Korban di Ruang Kerja
Petugas kebersihan pertama kali menemukan korban pada sore hari di ruang kerjanya dalam kondisi tidak bernyawa.
Setelah itu, petugas segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Selanjutnya, polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban.
-
Polisi Jelaskan Penyebab Kematian
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Siko Sesaria Putra Suma, menyampaikan hasil pemeriksaan awal terhadap korban.
“Penyebab kematian akibat jeratan di leher yang menyebabkan korban mengalami mati lemas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Dengan demikian, polisi tidak menemukan indikasi kekerasan fisik lain pada tubuh korban.
-
Polisi Amankan CCTV dan Dokumen
Selain itu, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Barang bukti tersebut meliputi rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas korban sejak pagi hari hingga sebelum kejadian.
Di sisi lain, polisi juga menemukan sejumlah dokumen di meja kerja korban. Dokumen tersebut berkaitan dengan kondisi finansial yang korban hadapi.
-
Utang Korban Capai Rp370 Juta
Berdasarkan hasil pendalaman, korban diduga memiliki beban utang cukup besar.
Ia memiliki kewajiban pembayaran sebesar Rp270 juta terkait transaksi jual beli tanah yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.
Selain itu, korban juga memiliki utang lain sebesar Rp100 juta kepada salah satu ketua RW di Desa Buncitan.
Dengan demikian, total beban utang korban mencapai sekitar Rp370 juta.
-
Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Meski demikian, polisi terus melakukan penyelidikan secara komprehensif untuk memastikan seluruh fakta terungkap.
Hingga saat ini, penyidik belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Namun demikian, penyidik tetap melanjutkan proses penyelidikan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang terlewat. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



