Kapolda Lampung Berganti, Helfi Assegaf Promosi Bintang Tiga
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
- print Cetak

Mutasi Kapolda Lampung, Helfi Assegaf Bertugas di Luar Struktur Polri
LAMPUNG, Tipikal.id — Mutasi Kapolda Lampung menjadi bagian dari rotasi jabatan strategis Polri pada Oktober 2026. Irjen Pol. Helfi Assegaf yang sebelumnya memimpin Polda Lampung mendapat penugasan sebagai perwira tinggi (Pati) Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur. Informasi mengenai promosi ke jabatan bintang tiga di lingkungan kementerian juga menyertai pergantian tersebut.
Mutasi itu mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Selanjutnya, Brigjen Pol. Yustan Alpiani mendapat kepercayaan untuk memimpin Polda Lampung. Sebelumnya, Yustan menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
-
Rekam Jejak Helfi Assegaf di Polda Lampung
Helfi menjabat Kapolda Lampung sejak 24 September 2025. Sebelum memimpin kepolisian di Lampung, ia mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pangan Polri dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri.
Pengalaman tersebut memperkuat rekam jejak Helfi dalam penegakan hukum, terutama penanganan tindak pidana ekonomi dan pengawasan tata niaga pangan.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan bahwa Helfi memberikan perhatian terhadap pengungkapan berbagai kasus kriminal selama memimpin Polda Lampung.
Menurut Yuni, jajaran Polda Lampung menangani sejumlah perkara di Kabupaten Pesisir Barat, Pesawaran, dan Way Kanan. Perkara tersebut mencakup tindak pidana narkoba jaringan internasional, dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di Pesawaran, serta aktivitas pertambangan emas ilegal di Way Kanan.
Yuni menjelaskan bahwa penanganan perkara tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menindak pelanggaran hukum dan menjaga keamanan masyarakat.
-
Penghargaan dan Pelayanan kepada Masyarakat
Selain menyoroti penegakan hukum, Yuni menyampaikan bahwa Polda Lampung memperoleh penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi institusi Polri kepada masyarakat serta negara.
Yuni juga menyebut penghargaan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari catatan apresiasi terhadap pelaksanaan tugas kepolisian.
Di sisi lain, Yuni menyoroti perhatian Helfi terhadap anggota yang bertugas di lapangan. Ia secara khusus menyinggung kedekatan dan kepedulian Helfi kepada almarhum Arya Supena, anggota Intelijen Polda Lampung.
Menurut Yuni, perhatian pimpinan terhadap anggota memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang kuat di lingkungan organisasi kepolisian.
-
Mutasi Dirlantas Polda Lampung
Rotasi jabatan kali ini juga menyentuh posisi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung. Kombes Pol. Nicolas Dedy Arifianto yang sebelumnya menjabat Dirlantas Polda Lampung mendapat tugas baru sebagai Dirlantas Polda Kepulauan Riau (Kepri).
Selanjutnya, Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidio mengemban tugas sebagai Dirlantas Polda Lampung. Sebelumnya, ia menjabat Dirlantas Polda Sumatera Barat.
Dalam keterangannya, Yuni turut menyinggung inovasi pelayanan lalu lintas, termasuk aplikasi Siger Lampung. Inovasi berbasis teknologi tersebut mendukung pengembangan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang lalu lintas.
Dengan demikian, rotasi ini membawa perubahan kepemimpinan pada dua posisi strategis di Polda Lampung, yakni Kapolda dan Dirlantas.
-
Polda Lampung Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan
Yuni menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri. Menurutnya, pimpinan mempertimbangkan kebijakan organisasi dan kebutuhan penugasan dalam menentukan pergantian jabatan.
“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dan pembinaan karier personel. Kami menghormati keputusan pimpinan dan akan melaksanakan setiap ketentuan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Yuni, Minggu (11/10/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa pengalaman Helfi sebagai Kasatgas Pangan Polri dan Dirtipideksus Bareskrim Polri menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebelum memimpin Polda Lampung.
Terkait penugasan baru Helfi di luar struktur Polri, Yuni menyatakan bahwa jajaran Polda Lampung menghormati keputusan pimpinan dan tetap menjalankan tugas kepolisian sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Pergantian pejabat merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Kami memastikan seluruh jajaran Polda Lampung tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya,” katanya.
Lebih lanjut, Yuni berharap pergantian kepemimpinan tidak mengganggu pelayanan publik maupun upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung.
“Kami berharap melalui pergantian kepemimpinan ini, pelaksanaan tugas kepolisian di Lampung tetap berjalan optimal, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Yuni.
Pergantian Kapolda dan Dirlantas tersebut menandai rotasi kepemimpinan di lingkungan Polda Lampung. Yuni menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian tetap berkomitmen menjalankan tugas penegakan hukum, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan pelayanan publik secara optimal.
- Penulis: Andi




