Nasib Pekerja PT Ciomas Belum Jelas, 219 Orang Mengadu
- account_circle Andi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Nasib Pekerja PT Ciomas Dipertanyakan Setelah Kontrak Vendor Berakhir
Lampung Selatan, Tipikal.id — Nasib Pekerja PT Ciomas menjadi sorotan setelah 219 tenaga kerja yang sebelumnya bekerja melalui perusahaan vendor di lingkungan PT Ciomas Japfa Food belum mendapat kepastian status kerja. Ketidakjelasan ini muncul setelah kerja sama antara perusahaan dan vendor penyalur tenaga kerja berakhir.
PT Ciomas Japfa Food beroperasi di bawah PT Ciomas Adisatwa, anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Perusahaan tersebut bergerak di sektor agribisnis terintegrasi, khususnya industri perunggasan, dengan aktivitas utama berupa rumah potong ayam dan pengolahan produk hasil ternak.
-
Operasional Perusahaan Tetap Berjalan
Meski kontrak vendor berakhir, aktivitas produksi di perusahaan tersebut masih berlangsung normal. Namun, sejumlah mantan pekerja mengaku melihat tenaga kerja baru mulai bekerja di lingkungan perusahaan.
Seorang mantan pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan kekecewaannya atas kondisi tersebut.
“Masih beroperasi dan produksi jalan terus. Tapi yang saya lihat, banyak yang bekerja sekarang justru orang orang baru dan banyak dari luar daerah, bukan warga sekitar. Kenapa kami yang sudah lama bekerja tidak diajak lagi? Alasannya apa, kami tidak diberi tahu. Ini jelas membuat kami kecewa,” ujarnya.
Selain itu, ia mengaku mendengar informasi bahwa perusahaan membuka kesempatan kerja secara langsung tanpa melalui vendor dengan sistem harian lepas.
“Kalau memang butuh tenaga baru, kenapa tidak kami yang didahulukan informasinya? Sebagian besar warga sini menggantungkan hidup di perusahaan ini,” tambahnya.
-
Mantan Pekerja Akan Datangi Manajemen
Sementara itu, perwakilan mantan pekerja, Amirudin, menyatakan bahwa dirinya bersama 219 mantan pekerja akan mendatangi kantor perusahaan pada Senin untuk meminta penjelasan langsung dari pihak manajemen.
Menurut Amirudin, ada dua hal utama yang akan mereka sampaikan kepada perusahaan.
“Ada dua hal utama yang akan kami tanyakan. Pertama, transparansi mengenai alasan pemutusan hubungan kerja sepihak ini. Kedua, jika benar perusahaan membuka rekrutmen baru secara langsung tanpa vendor kami tak ada masalah bahkan dengan sistem harian lepas yang terapkan oleh perusahaan, sederhana sajan kami meminta agar 219 orang ini diprioritaskan dan diterima kembali bekerja itu saja,” tegas Amirudin yang ditunjuk sebagai koordinator lapangan.
-
Pekerja Minta Prioritas Rekrutmen
Lebih lanjut, Amirudin menilai keberadaan perusahaan seharusnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan operasional perusahaan.
“Jangan sampai kami hanya merasakan dampak pencemaran lingkungan,bau aroma busuk dari limbahnya saja, tapi tidak mendapatkan manfaat ekonomi. Kalau alasannya untuk efisiensi, itu tidak terlihat karena operasional tetap berjalan lancar dan justru membuka lowongan baru tenaga kerja baru. Kami tidak keberatan dengan vendor atau tidaknya Bahakan dengan sistem kerja baru, asalkan kami juga diberi kesempatan yang sama,” lanjutnya.
Karena itu, para mantan pekerja berharap perusahaan memberikan penjelasan resmi terkait status mereka sekaligus membuka peluang kerja kembali bagi tenaga kerja lokal yang sebelumnya telah bekerja di perusahaan tersebut.
-
Media Diminta Memantau Pertemuan
Amirudin juga mengundang awak media untuk hadir dalam pertemuan dengan manajemen perusahaan. Ia berharap media dapat memantau jalannya pertemuan serta mendengarkan penjelasan resmi dari pihak PT Ciomas Japfa Food mengenai status 219 mantan pekerja tersebut. (Red)
- Penulis: Andi



