Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta Perkuat Pendidikan Karakter di MTsN 1 Lampung Barat
- account_circle Andi
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- print Cetak

Oplus_16908288
Pembinaan KBC Jadi Langkah Nyata Wujudkan Madrasah Humanis dan Berkualitas
Lampung Barat, Tipikal.id — Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus menjadi fokus MTsN 1 Lampung Barat dalam memperkuat pendidikan karakter dan meningkatkan mutu pembelajaran. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan yang diikuti seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat itu dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, H. Miftahus Surur, S.Ag., M.Si. Pembinaan tersebut menghadirkan Prof. Dr. H. Darmadi, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd., M.Si., Ph.D. sebagai narasumber utama.
-
KBC Bangun Karakter dan Budaya Madrasah
Dalam pemaparannya, Prof. Darmadi menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, keteladanan, dan pembentukan akhlak sebagai fondasi utama proses pembelajaran.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sebaliknya, pendidikan juga harus membangun karakter peserta didik agar memiliki empati, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan lingkungan.
“Penerapan program ini didasarkan pada lima pilar utama CINTA dan instrumen penilaian akhlak guna menjaga mutu kegiatan belajar mengajar di madrasah,” jelas Prof. Darmadi.
-
Lima Pilar Kurikulum Berbasis Cinta
Prof. Darmadi menerangkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bertumpu pada lima pilar utama yang menjadi landasan dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah.
Pilar pertama adalah Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai fondasi spiritual dalam setiap aktivitas pendidikan. Pilar kedua adalah Cinta kepada Sesama Manusia yang diwujudkan melalui sikap toleransi, empati, dan saling menghormati.
Selanjutnya, pilar ketiga adalah Cinta kepada Ilmu Pengetahuan untuk menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat. Pilar keempat adalah Cinta kepada Lingkungan melalui kepedulian terhadap kebersihan, kelestarian, dan keberlanjutan alam.
Sementara itu, pilar kelima adalah Cinta kepada Bangsa dan Tanah Air yang diwujudkan melalui penanaman nilai nasionalisme, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Prof. Darmadi menegaskan bahwa seluruh pilar tersebut harus menjadi budaya yang hidup dalam keseharian madrasah, baik dalam proses pembelajaran maupun interaksi sosial antarwarga sekolah.
-
Kemenag Lampung Barat Dukung Implementasi KBC
Pada kesempatan tersebut, H. Miftahus Surur menyampaikan apresiasi atas komitmen MTsN 1 Lampung Barat dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
“Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai cinta kepada peserta didik. Dengan pendekatan yang humanis, proses pembelajaran akan lebih bermakna dan mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam membangun budaya cinta, toleransi, dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah.
-
MTsN 1 Lampung Barat Perkuat Pendidikan Karakter
Kepala MTsN 1 Lampung Barat, Desi Arisandi, S.Pd.I., M.MPd., menyambut positif kegiatan pembinaan tersebut. Ia menilai Kurikulum Berbasis Cinta menjadi instrumen penting dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Menurut Desi, implementasi KBC tidak hanya diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga melalui budaya madrasah yang menumbuhkan sikap saling menghargai, gotong royong, disiplin, dan kepedulian sosial.
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Dengan demikian, siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlakul karimah,” katanya.
-
Pembinaan Tingkatkan Kompetensi Guru
Selain menerima materi utama, para peserta juga mengikuti diskusi interaktif mengenai strategi implementasi KBC, penguatan peran guru sebagai teladan, serta penerapan instrumen penilaian akhlak dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 1 Lampung Barat berharap seluruh tenaga pendidik memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan demikian, madrasah dapat melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.(Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



