Bapenda Lampung Kejar Target Pendapatan Rp7 Triliun
- account_circle Andi
- calendar_month 56 menit yang lalu
- print Cetak

Realisasi Pendapatan Lampung Capai Rp5,31 Triliun
BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Bapenda Lampung mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp5,31 triliun atau 75,53 persen dari target Rp7,03 triliun per 22 Oktober 2026. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung kini menghadapi tantangan untuk mengejar sisa target sekitar Rp1,72 triliun sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.
-
Realisasi Pendapatan Daerah Masih Perlu Ditingkatkan
Berdasarkan dokumen Rekapitulasi Realisasi Pendapatan RAPBD-P Provinsi Lampung per 22 Oktober 2026, pemerintah daerah membukukan pendapatan sebesar Rp5.312.081.120.975,12 dari target Rp7.033.303.559.010.
Dengan capaian tersebut, pemerintah daerah masih perlu mengoptimalkan berbagai sumber penerimaan untuk memenuhi target pendapatan tahun ini. Karena itu, perkembangan realisasi pendapatan menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kinerja pengelolaan keuangan daerah.
Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Saipul, S.Sos., M.I.P., menghadapi tantangan untuk meningkatkan penerimaan daerah melalui optimalisasi potensi pendapatan dan penguatan kepatuhan wajib pajak.
Saipul menerima konfirmasi TIPIKOR NEWS di ruang kerjanya pada Jumat (23/10/2026). Konfirmasi tersebut bertujuan menggali informasi mengenai perkembangan penerimaan daerah dan langkah Bapenda dalam mengejar target hingga akhir tahun anggaran.
-
PAD Lampung Baru Mencapai 69,91 Persen
Selain pendapatan daerah secara keseluruhan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi perhatian. Data per 22 Oktober 2026 menunjukkan PAD Lampung mencapai Rp2.801.723.998.114,12 atau 69,91 persen dari target Rp4.007.634.413.730.
Dengan demikian, Bapenda masih perlu mengoptimalkan penerimaan PAD sekitar Rp1,21 triliun untuk memenuhi target tahun anggaran 2026.
Sementara itu, realisasi pajak daerah mencapai Rp2.290.693.651.016,83 atau 71,65 persen dari target Rp3.197.083.331.000. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa penerimaan dari sektor pajak masih memerlukan upaya peningkatan.
Namun, setiap komponen pajak menunjukkan perkembangan yang berbeda. Sejumlah jenis pajak telah melampaui target, sedangkan komponen lainnya masih mencatat realisasi yang relatif rendah.
-
Sejumlah Pajak Lampung Lampaui Target
Di tengah upaya meningkatkan penerimaan, beberapa komponen pajak daerah mencatat capaian di atas target.
Pajak Air Permukaan (PAP), misalnya, menghasilkan penerimaan Rp13,48 miliar atau 134,84 persen dari target Rp10 miliar. Selanjutnya, Pajak Alat Berat mencatat realisasi Rp2,80 miliar atau 127,20 persen dari target Rp2,20 miliar.
Selain itu, opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mencapai Rp3,66 miliar atau 176,47 persen dari target Rp2,075 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa beberapa sumber penerimaan mampu melampaui perencanaan awal. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu mengevaluasi komponen pajak lain agar penerimaan secara keseluruhan dapat mendekati target.
-
Pajak Kendaraan Bermotor Jadi Perhatian
Berbeda dengan sejumlah komponen pajak yang melampaui target, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih mencatat realisasi yang relatif rendah.
Berdasarkan dokumen yang sama, penerimaan PKB baru mencapai Rp488,35 miliar atau 39,91 persen dari target sekitar Rp1,22 triliun.
Angka tersebut menunjukkan adanya selisih penerimaan yang cukup besar. Oleh sebab itu, strategi optimalisasi PKB menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah.
Bapenda perlu menjelaskan langkah yang akan ditempuh untuk mendorong kepatuhan wajib pajak, meningkatkan efektivitas pelayanan, serta mengoptimalkan potensi penerimaan sesuai kewenangannya.
-
Transparansi Kinerja Bapenda Lampung Jadi Sorotan
Optimalisasi pendapatan daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan publik. Karena itu, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai perkembangan penerimaan serta strategi pemerintah daerah dalam mencapai target.
Selain menyampaikan angka realisasi, pemerintah daerah juga perlu memberikan penjelasan berkala mengenai evaluasi penerimaan, kendala yang dihadapi, dan langkah konkret untuk mengoptimalkan setiap sumber pendapatan.
Dengan sisa target pendapatan sekitar Rp1,72 triliun per 22 Oktober 2026, Bapenda Provinsi Lampung menghadapi pekerjaan besar menjelang penutupan tahun anggaran.
Publik kini menanti perkembangan penerimaan berikutnya sekaligus penjelasan mengenai strategi Bapenda dalam mengejar target pendapatan daerah 2026.
Apakah Bapenda Lampung mampu mengejar sisa target tersebut hingga akhir tahun? Perkembangan realisasi pada bulan-bulan terakhir akan menjadi salah satu indikator untuk menilai pencapaian target pendapatan Provinsi Lampung. (Red)
- Penulis: Andi




