Breaking News
dark_mode

Dugaan Kekerasan Aparat Warnai Aksi ALM di DPRD Lampung

  • account_circle Andi
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

Mahasiswa Mengaku Mengalami Kekerasan Saat Demonstrasi

BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Dugaan kekerasan aparat mewarnai demonstrasi Aliansi Lampung Melawan (ALM) bertajuk “Rapot Merah Kabinet Prabowo-Gibran” di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Selasa (27/10/2026). Sejumlah mahasiswa mengaku mengalami tindakan fisik ketika polisi berupaya menghalau massa yang hendak memasuki area gedung.

Aksi tersebut memicu ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Sejumlah peserta aksi mengaku mengalami tarikan, dorongan, hingga injakan saat berada di barisan depan demonstran. Selain itu, peserta aksi juga melaporkan kerusakan dua telepon seluler akibat insiden tersebut.

  • Mahasiswa Ungkap Kronologi Dugaan Kekerasan Aparat

Marco, salah satu peserta aksi yang mengaku menjadi korban, menjelaskan bahwa ketegangan bermula ketika mahasiswa mencoba memasuki pelataran hingga tangga Gedung DPRD Lampung. Namun, aparat kepolisian menghadang langkah mereka dan mendorong massa untuk mundur.

“Teman-teman mahasiswa mau coba masuk, menerobos masuk ke pelataran gedung DPR, ke tangga gedung DPR, tapi sempat ada penahanan, penghalangan dari aparat kepolisian,” ujarnya.

Selanjutnya, Marco menjelaskan bahwa situasi semakin memanas ketika polisi berupaya memukul mundur demonstran.

“Tapi sempat ada bentrokan juga, sehingga aparat kepolisian mendorong-mundur teman-teman mahasiswa,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, Marco mengaku seorang anggota kepolisian menarik dirinya ke dalam barisan aparat.

“Di tengah-tengah pendorongan dari pihak kepolisian, teman-teman aparat kepolisian mencoba untuk menarik saya untuk masuk ke dalam barisan mereka,” ujarnya.

Marco menduga anggota kepolisian itu sengaja menarik dirinya. Menurutnya, tindakan tersebut tidak sesuai dengan instruksi aparat yang meminta anggotanya mendorong massa untuk mundur.

“Sengaja pasti, gak mungkin ada aparat kepolisian yang coba untuk narik, sedangkan aba-abanya adalah pendorongan untuk memukul-mundur teman-teman mahasiswa. Kenapa dia narik saya?” katanya.

Selain itu, Marco mengaku mengalami cakaran pada bagian dada. Ia juga menyatakan bahwa pihak kepolisian belum menyampaikan permintaan maaf kepadanya.

“Gak ada,” jawab Marco ketika ditanya mengenai adanya permintaan maaf dari pihak yang melakukan tindakan tersebut.

  • Peserta Aksi Mengaku Mengalami Dorongan dan Injakan

Sementara itu, Kafa Julian, peserta aksi lainnya, mengaku mengalami tindakan fisik ketika berada di barisan depan demonstran. Ia menyebut aparat mendorong tubuhnya hingga tameng mengenai dirinya.

“Ya itu tadi saya di depan, didorong-dorong. Pas itu saya ditimpa pakai tameng. Lalu diinjek-injek sama polisinya itu,” kata Kafa.

Lebih lanjut, Kafa menduga aparat sengaja melakukan tindakan tersebut.

“Sengaja itu bang,” ujarnya.

  • Saksi Ceritakan Kondisi Korban Saat Aksi Memanas

Selain kesaksian kedua peserta aksi, Fairuz yang menyaksikan demonstrasi turut menceritakan kejadian yang menimpa rekannya. Menurut Fairuz, seorang anggota kepolisian menginjak tubuh rekannya hingga korban terjatuh. Setelah itu, dorongan aparat membuat sejumlah peserta aksi lainnya menimpa korban.

“Dia ini diinjek sama polisi pakai dua kaki. Jatuh. Habis itu dari polisi yang dorong juga, massa yang di depannya itu nimpah dia, tiga orang di atasnya,” ujar Fairuz.

Fairuz juga mempertanyakan tindakan aparat tersebut. Ia menilai anggota kepolisian seharusnya mengetahui posisi korban yang sudah berada di bawah.

“Kalau emang polisinya gak mau nginjek, itu kan pasti tau nih ada orang. Pasti kakinya gini dong. Nah ini beneran di badannya, gitu loh,” ujar Fairuz.

Selain dugaan kekerasan fisik, Fairuz menyebut insiden itu menyebabkan kerusakan barang milik peserta demonstrasi.

“Korban dua HP rusak,” katanya.

  • ALM Desak Polisi Bertanggung Jawab atas Dugaan Kekerasan

Menanggapi dugaan kekerasan aparat tersebut, Jimmy, salah satu peserta demonstrasi, mengatakan bahwa mahasiswa telah meminta anggota kepolisian yang diduga melakukan tindakan represif agar meminta maaf secara langsung kepada korban.

“Pertama kali ada tindakan represif dari kepolisian, kawan-kawan mahasiswa sudah minta secara personal oknum yang melakukan untuk meminta maaf kepada korban yang dilakukan represif,” ujarnya.

Namun, Jimmy menyebut mahasiswa belum memperoleh kejelasan mengenai permintaan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa anggota kepolisian yang bersangkutan belum menemui massa untuk memberikan penjelasan.

“Tapi gak ada kejelasan lebih lanjut dan gak menunjukkan dirinya,” katanya.

Menurut Jimmy, sikap tersebut turut meningkatkan ketegangan antara mahasiswa dan aparat selama demonstrasi berlangsung. Ia menilai tidak adanya kejelasan dan permintaan maaf memicu kemarahan massa.

“Dengan sikap mereka membiarkan tanpa adanya permintaan maaf dan lain-lain malah membuat kemarahan di aksi massa dan akhirnya yang ujung-ujungnya kita lihat tadi makin banyak korbannya, makin nambah,” pungkasnya.

Hingga akhir keterangan para peserta aksi tersebut, mereka masih menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas dugaan tindakan fisik yang terjadi selama demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung. Keterangan para korban dan saksi dalam laporan ini merupakan pengakuan mereka; laporan ini tidak menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum pihak terkait memberikan klarifikasi.

  • Penulis: Andi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permainan Tradisional Warnai Hari Anak Nasional di SMPN 2 Natar

    Permainan Tradisional Warnai Hari Anak Nasional di SMPN 2 Natar

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Permainan Tradisional Jadi Media Pembentukan Karakter Siswa Lampung Selatan, Tipikal.id — Permainan tradisional menjadi kegiatan utama dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di UPTD SMP Negeri 2 Natar, Kamis (23/7/2026). Sekolah mengajak seluruh peserta didik mengikuti berbagai permainan tradisional sebagai upaya membangun karakter, mempererat persahabatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap gawai. Kegiatan tersebut mengusung semangat […]

  • Pertaruhan Lionel Messi Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026

    Pertaruhan Lionel Messi Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Pertaruhan Lionel Messi Hadapi Spanyol pada Laga Penentu Gelar Juara Jakarta, Tipikal.id — Pertaruhan Lionel Messi mencapai puncaknya saat Argentina menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (19/7/2026). Laga ini menjadi ujian terbesar bagi sang kapten dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang diraih Argentina pada edisi sebelumnya. […]

  • Kualitas SDM Jadi Kunci Kemajuan Lampung, Mirza Soroti Pendidikan

    Kualitas SDM Jadi Kunci Kemajuan Lampung, Mirza Soroti Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Kualitas SDM Jadi Penentu Masa Depan Lampung Bandar Lampung, tipikal.id — Kualitas SDM menjadi faktor utama yang menentukan masa depan Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak bergantung pada besarnya sumber daya alam yang dimiliki, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka […]

  • Program Baru Ranji Helau 2026 Wujudkan Desa Maju Berkelanjutan

    Program Baru Ranji Helau 2026 Wujudkan Desa Maju Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Program Baru Ranji Helau 2026 Dorong Pembangunan Desa yang Merata Lampung Selatan, Tipikal.id — Pemerintah Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, resmi meluncurkan Program Baru Ranji Helau 2026 sebagai langkah mempercepat pembangunan desa. Melalui program tersebut, Kepala Desa Misnandri atau Aceng mengajak seluruh masyarakat bergotong royong dan berpartisipasi aktif mewujudkan desa yang maju, bersih, nyaman, […]

  • Pemerasan Berkedok Jurnalis, Dua Pria Ditangkap Polisi

    Pemerasan Berkedok Jurnalis, Dua Pria Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Pemerasan Berkedok Jurnalis di Tanjung Bintang Terungkap LAMPUNG SELATAN, Tipikal.id — Kasus dugaan pemerasan berkedok jurnalis di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, berujung pada penangkapan dua pria oleh personel Polsek Tanjung Bintang. Polisi mengamankan Handrianto Basuki alias Andre, warga Desa Jati Indah, dan Midun Amrullah, warga Desa Sukanegara, pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 14.30 […]

  • Kepala MTsN 2 Bandar Lampung Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan

    Kepala MTsN 2 Bandar Lampung Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Pendidikan Karakter Jadi Kunci Mengisi Kemerdekaan Indonesia Bandar Lampung, Tipikal.id — Kepala MTsN 2 Bandar Lampung Nasron, S.Ag., M.M., mengajak peserta didik, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi, integritas, serta semangat persatuan. Ajakan tersebut disampaikan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia […]

expand_less