Kakanwil Tekankan Pengelolaan Zakat Transparan
- account_circle Andi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Zulkarnain Dorong Pengelolaan Zakat Profesional
LAMPUNG, Tipikal.id — Pengelolaan zakat membutuhkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., mengajak Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
-
Zulkarnain Tekankan Pentingnya Pengelolaan Zakat
Zulkarnain menyampaikan ajakan tersebut saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Hasil Silaturahmi Nasional (Silatnas) Lazisnu di Kampus Malahayati Lampung, Sabtu (26/9/2026).
Lazisnu PWNU Lampung bersama Lazisnu PCNU kabupaten/kota se-Lampung menggelar kegiatan tersebut untuk memperkuat koordinasi dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Dalam paparannya, Zulkarnain menjelaskan bahwa harta yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan titipan Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Karena itu, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
“Ketika zakat ditunaikan, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh muzakki karena dapat membersihkan dan menyucikan harta serta jiwa,” ujarnya.
-
Sinergi Lembaga Perkuat Potensi Zakat
Zulkarnain menyebut Indonesia memiliki potensi penghimpunan dana zakat dan infak yang sangat besar. Karena itu, ia mendorong lembaga pengelola zakat memperkuat sinergi agar mereka dapat mengoptimalkan dana tersebut dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa lembaga pengelola zakat perlu meningkatkan kemampuan menghimpun dana, menjalankan program, serta menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas.
Selain itu, Zulkarnain membagikan pengalaman Kemenag Provinsi Lampung dalam mengelola dana zakat. Kemenag menggunakan dana tersebut untuk membantu pegawai berpenghasilan rendah, keluarga yang membutuhkan, dan penerima manfaat program bedah rumah.
-
Digitalisasi Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
Zulkarnain meyakini berbagai pemangku kepentingan dapat meningkatkan potensi penghimpunan zakat melalui kolaborasi. Karena itu, ia mendorong lembaga pendidikan, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat membangun gerakan pengelolaan zakat yang terintegrasi.
Menurutnya, digitalisasi layanan dan keterbukaan informasi juga memegang peranan penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.
Selanjutnya, Zulkarnain mengajak seluruh pengurus Lazisnu di Lampung memperkuat koordinasi dan membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dapat membantu lembaga memperluas jangkauan layanan sosial keagamaan.
“Jika potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara bersama-sama, profesional, dan transparan, maka manfaatnya akan semakin besar bagi masyarakat dan umat,” kata Zulkarnain.
-
Rakor Lazisnu Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat
Pengurus Lazisnu tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Lampung mengikuti rapat koordinasi tersebut. Para peserta membahas tindak lanjut hasil Silatnas serta strategi penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah.
Melalui forum tersebut, para pengurus memperkuat koordinasi dan kolaborasi untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Mereka juga mendorong pemanfaatan zakat untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
- Penulis: Andi




