SPMB 2026 SMAN 1 Kalianda Dipertanyakan, Orang Tua Soroti Transparansi Seleksi
- account_circle Andi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

SPMB 2026 SMAN 1 Kalianda Menuai Pertanyaan dari Orang Tua dan Calon Siswa
Lampung Selatan, Tipikal.id — SPMB 2026 SMAN 1 Kalianda menjadi sorotan setelah sejumlah orang tua dan calon siswa mempertanyakan hasil seleksi pada berbagai jalur penerimaan. Meskipun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 telah menetapkan mekanisme seleksi melalui jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi, sebagian masyarakat mengaku belum memperoleh penjelasan yang memadai terkait hasil yang diumumkan.
-
Empat Jalur Seleksi Memiliki Kriteria Penilaian Berbeda
SPMB Tahun Ajaran 2026 menerapkan empat jalur penerimaan yang masing-masing memiliki dasar penilaian berbeda. Jalur domisili atau zonasi menggunakan indikator jarak tempat tinggal ke sekolah. Sementara itu, jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.
Selain itu, jalur prestasi mempertimbangkan nilai rapor serta pencapaian akademik maupun nonakademik. Adapun jalur mutasi ditujukan bagi calon peserta didik yang orang tuanya mendapatkan penugasan dinas atau perpindahan kerja.
-
Jalur Prestasi Menjadi Sorotan
Namun demikian, sejumlah orang tua menilai hasil seleksi jalur prestasi belum sepenuhnya mencerminkan capaian siswa yang telah berusaha membangun prestasi selama masa pendidikan sebelumnya.
Beberapa siswa yang memiliki nilai rapor baik serta prestasi di luar kegiatan akademik justru dinyatakan tidak lolos seleksi. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penilaian yang digunakan dalam proses seleksi.
Selain menimbulkan kekecewaan bagi siswa dan keluarga, situasi tersebut juga dikhawatirkan dapat memengaruhi motivasi belajar peserta didik yang telah berupaya menunjukkan kemampuan terbaiknya.
-
Pendaftar Jalur Domisili Juga Mengeluhkan Hasil Seleksi
Di sisi lain, keluhan serupa muncul dari pendaftar jalur domisili. Seorang orang tua siswa mengaku bingung setelah anaknya tidak diterima meskipun masih berada dalam radius zonasi yang selama ini dipahami sebagai salah satu dasar penerimaan.
Menurut sejumlah orang tua, informasi mengenai dasar perhitungan jarak dan faktor penilaian tambahan belum tersampaikan secara rinci kepada masyarakat. Karena itu, mereka berharap sekolah dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka terkait mekanisme seleksi yang diterapkan.
-
Masyarakat Mendorong Transparansi dan Keterbukaan Informasi
Selanjutnya, masyarakat meminta pihak sekolah dan dinas pendidikan setempat memberikan penjelasan yang transparan mengenai proses penilaian pada setiap jalur penerimaan.
Mereka menilai keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan SPMB. Selain itu, transparansi juga dapat membantu orang tua dan calon siswa memahami alasan di balik hasil seleksi yang diumumkan.
Dengan adanya penjelasan yang jelas dan terperinci, masyarakat berharap pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih objektif, adil, dan mampu mengurangi berbagai spekulasi yang berkembang di tengah proses penerimaan peserta didik baru.
- Penulis: Andi



