Festival Literasi Lampung 2026 Perkuat Budaya Membaca Daerah
- account_circle Andi
- calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
- print Cetak

Festival Literasi Lampung Jadi Penguat Ekosistem Literasi Daerah
BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Festival Literasi Lampung 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat budaya membaca dan meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka Festival Literasi Provinsi Lampung Tahun 2026 bertema “Semangat Literasi Membangun Rakyat Lampung Maju” yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Pengukuhan Bunda Literasi di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) serta Tingkat Gemar Membaca (TGM) di Provinsi Lampung.
-
Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Literasi
Dalam sambutannya, Jihan Nurlela yang juga menjabat sebagai Duta Baca Provinsi Lampung menegaskan bahwa kolaborasi menjadi modal utama dalam membangun daerah.
Acara tersebut memperlihatkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta berbagai mitra strategis yang mendukung penguatan literasi masyarakat.
“Ini membuktikan sekali lagi bahwa modal utama dalam membangun Lampung adalah kolaborasi dan sinergi,” ujar Wagub.
Selain itu, Jihan menilai festival tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang belajar, berbagi inspirasi, dan menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.
“Meskipun capaian IPLM dan TGM Provinsi Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional, tren peningkatannya terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun,” ucap Jihan.
-
Tantangan Literasi di Era Digital
Selanjutnya, Jihan menyoroti tantangan literasi yang muncul akibat perkembangan teknologi digital. Ia menilai paparan konten video berdurasi pendek di media sosial memengaruhi kemampuan anak dalam menyerap informasi secara mendalam.
“Anak-anak kita memiliki privilege teknologi, Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengontrol informasi yang masuk dan membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks. Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi orang tua, guru, dan Bunda Literasi untuk seminimal mungkin membatasi screen time anak di bawah umur,” lanjutnya.
Karena itu, ia mengajak orang tua, guru, dan Bunda Literasi untuk memperkuat pendampingan terhadap anak dalam menggunakan teknologi secara bijak.
-
Peluncuran Buku Cerita Rakyat Lampung
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan buku kumpulan 15 cerita rakyat berjudul “Kisah dari Tanah Lado”.
Pemerintah menghadirkan buku tersebut sebagai upaya menjaga memori sejarah daerah, memperkuat identitas budaya Lampung, serta mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.
Selain meluncurkan buku, Wakil Gubernur juga meminta seluruh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota membenahi administrasi penilaian IPLM dan TGM agar data literasi daerah lebih akurat dan representatif.
-
Perpustakaan Diarahkan Jadi Destinasi Keluarga
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung sekaligus Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 menjadi bagian dari transformasi perpustakaan sebagai ruang publik yang edukatif dan rekreatif.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan wujud nyata sinergi kita bersama untuk mentransformasi Nuwo Baca. Kami ingin perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat meminjam buku, tetapi telah berevolusi menjadi destinasi rekreasi dan edukasi keluarga favorit bagi masyarakat Lampung,” ujarnya.
Lebih lanjut, festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seperti peluncuran buku, edukasi keuangan, bazar, pameran, lomba, kelas pelatihan, hingga aksi sosial yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat.
Purnama Wulan Sari Mirza juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut lahir dari kolaborasi pemerintah, sektor perbankan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi di Provinsi Lampung. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



