Breaking News
dark_mode

Inisiatif Karbon Lampung Bidik Ekonomi Blue-Green

  • account_circle Andi
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • print Cetak

Inisiatif Karbon Lampung Perluas Potensi Karbon

BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Inisiatif Karbon Lampung kini memperluas cakupan pengembangan potensi karbon dari kawasan hutan hingga wilayah pesisir. Pemerintah Provinsi Lampung mengarahkan program tersebut untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru mulai 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menyampaikan arahan tersebut dalam rapat Tim Koordinasi Inisiatif Karbon Provinsi Lampung bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan Tim Inisiatif Karbon.

Marindo meminta tim segera menjalankan program secara konkret dan terukur. Ia menekankan bahwa pembentukan tim harus menghasilkan kerja nyata, bukan sekadar dokumen administratif.

“Esensinya adalah bagaimana tim yang dibentuk ini bukan sekadar SK Gubernur, bukan sebuah dokumen, tapi benar-benar tim ini bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing,” tegas Marindo dalam rapat Tim Koordinasi Inisiatif Karbon Provinsi Lampung.

  • Pemetaan Potensi Karbon Jadi Langkah Awal

Menurut Marindo, tim perlu memetakan seluruh potensi karbon yang ada di Lampung. Pemetaan itu mencakup potensi yang sudah berjalan, potensi yang hanya membutuhkan penghitungan karbon, serta potensi baru yang dapat dikembangkan bersama masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota.

Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai lokasi, jenis ekosistem, aktivitas, serta peluang pengembangan karbon di berbagai wilayah Lampung.

  • Inisiatif Karbon Tak Hanya Fokus Hutan

Ketua Harian Tim Inisiatif Karbon Lampung, Anshori Djausal, menjelaskan bahwa tim memperluas cakupan program karena potensi ekonomi karbon tidak hanya berasal dari kawasan hutan.

“Jadi kita akan memperluas scope-nya. Bukan hanya hutan,” ujar Anshori.

Perluasan tersebut mencakup kawasan di dalam dan luar hutan. Tim memasukkan hutan, perkebunan, agroforestri, biodiversitas, mangrove, rawa, sungai, pesisir, hingga limbah pertanian dalam pemetaan.

Selanjutnya, tim mengelompokkan potensi tersebut dalam konsep green carbon dan blue carbon. Green carbon mencakup ekosistem daratan seperti hutan, kebun, dan agroforestri. Sementara itu, blue carbon mencakup ekosistem pesisir dan perairan, termasuk mangrove.

  • Silvofishery Gabungkan Ekosistem dan Ekonomi

Selain itu, tim mengembangkan konsep silvofishery yang menggabungkan pengelolaan ekosistem dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Konsep tersebut antara lain dapat mencakup budidaya kepiting dan kerang serta pengembangan pariwisata berbasis lingkungan. Dengan pendekatan itu, masyarakat dapat mengembangkan aktivitas ekonomi sambil menjaga ekosistem.

  • Repong Karbon Ekonomi Manfaatkan Kearifan Lokal

Tim juga mengembangkan gagasan “repong karbon ekonomi” dengan mengadopsi kearifan lokal Lampung.

Konsep tersebut tidak hanya mengarahkan masyarakat pada kegiatan konservasi. Sebaliknya, konsep itu juga membuka ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga fungsi lingkungan.

Di kawasan mangrove, misalnya, masyarakat dapat mengembangkan pemeliharaan ekosistem sekaligus aktivitas ekonomi seperti budidaya kepiting bakau dan pariwisata berbasis lingkungan.

Tim juga melihat potensi besar repong damar di Kabupaten Pesisir Barat. Dalam rapat tersebut, tim menyebut luas repong damar mencapai sekitar 15.000 hektare dengan pohon yang telah berumur puluhan tahun.

Karena itu, tim perlu melakukan inventarisasi, penghitungan, dan registrasi sesuai mekanisme yang berlaku. Langkah tersebut dapat memberikan gambaran mengenai nilai karbon sekaligus peluang pengembangan manfaat ekonomi tanpa menghilangkan fungsi ekosistem.

  • Lima Koridor Menjadi Dasar Pemetaan

Pemprov Lampung menyiapkan pemetaan potensi karbon melalui lima koridor wilayah. Setiap koridor memiliki karakteristik ekosistem dan potensi ekonomi yang berbeda.

Untuk wilayah Lampung bagian barat, tim memetakan damar, kopi, agroforestri, hutan, dan daerah aliran sungai. Sementara itu, Kabupaten Pesawaran memiliki potensi mangrove, silvofishery, kepiting bakau, dan wisata berbasis karbon.

Kemudian, wilayah pesisir timur juga memiliki potensi blue carbon dan silvofishery. Tim turut memasukkan sektor pertanian dan pengelolaan limbah dalam pemetaan tersebut.

Salah satunya berupa limbah batang singkong. Tim melihat limbah tersebut memiliki peluang untuk mendukung aktivitas rendah emisi apabila masyarakat mengelolanya dan menghitung potensinya menggunakan mekanisme karbon yang sesuai.

  • Database Karbon Lampung Mulai Disiapkan

Untuk memperkuat pengelolaan data, Marindo meminta tim membangun database karbon. Database tersebut akan memuat lokasi, jenis ekosistem, potensi, dan aktivitas karbon pada lima koridor.

Selanjutnya, pemerintah dapat menggunakan database tersebut sebagai dasar pemetaan, penghitungan, registrasi, serta pengembangan kerja sama bisnis melalui badan usaha milik daerah (BUMD).

Pemerintah juga mendorong masyarakat membentuk kelompok atau kelembagaan dengan legalitas yang jelas. Dengan model tersebut, masyarakat dapat terlibat langsung dalam pengelolaan ekosistem dan memperoleh manfaat ekonomi dari skema karbon sesuai ketentuan.

  • Ekonomi Hijau dan Biru Jadi Arah Program

Pemprov Lampung juga mengintegrasikan Inisiatif Karbon Lampung dengan program prioritas daerah, termasuk Desaku Maju serta agenda ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Salah satu gagasan yang muncul yakni memanfaatkan ruang terbuka hijau desa sebagai bagian dari pengembangan hutan desa yang berpotensi masuk dalam skema karbon.

Selain itu, Pemprov Lampung membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat, akademisi, masyarakat, lembaga nonpemerintah, dan pihak swasta.

Tim juga menjajaki sinergi dengan proyek Satu Karsa Kementerian Kehutanan melalui Imperative Global Project. Kerja sama tersebut mencakup inventarisasi dan identifikasi potensi karbon di Kabupaten Tulang Bawang yang pada tahap awal mencapai sekitar 20.000 hektare.

  • Tata Kelola dan Registrasi Karbon Diperkuat

Dalam pengembangan perdagangan karbon, Pemprov Lampung menempatkan tata kelola dan registrasi sebagai bagian penting.

Karena itu, pemerintah perlu menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang memberikan jalur jelas bagi pihak yang ingin menjalin kerja sama. Jalur tersebut mencakup pemetaan, penghitungan, registrasi, hingga peluang kerja sama perdagangan karbon.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dapat mengembangkan potensi karbon Lampung berdasarkan data, penghitungan, dan aturan yang berlaku.

  • Program Ditargetkan Berjalan pada 2026

Marindo menegaskan bahwa program tersebut harus mulai bergerak pada 2026. Untuk itu, tim perlu menjalankan koordinasi lintas-OPD secara berkala dan terukur.

“Harapannya tadi di tahun 2026 ini, program ini bisa berjalan,” ujar Marindo.

Perluasan Inisiatif Karbon Lampung menghubungkan pengelolaan ekosistem dengan peluang ekonomi masyarakat. Karena itu, hutan, mangrove, pesisir, pertanian, agroforestri, dan sumber daya alam lainnya masuk dalam pemetaan potensi ekonomi blue-green.

Selanjutnya, tim perlu memastikan kualitas pemetaan dan database, legalitas, mekanisme penghitungan serta registrasi karbon, tata kelola kerja sama, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem.

  • Penulis: Andi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Utara Layani Warga

    Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Utara Layani Warga

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 Beri Layanan Gratis untuk Warga Lampung Selatan, tipikal.id — Polres Lampung Utara menggelar Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Klinik Polres Lampung Utara, Sabtu (6/6/2026). Melalui kegiatan ini, Polres Lampung Utara memberikan layanan cek kesehatan gratis (CKG), donor darah, dan khitan gratis kepada masyarakat. Selain itu, Polres Lampung […]

  • Jokowi Terima Gelar Adat Baginda Pemuka Bangsa di Lampung

    Jokowi Terima Gelar Adat Baginda Pemuka Bangsa di Lampung

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Jokowi Terima Gelar Adat dari Masyarakat Lampung Pepadun Bandar Lampung, Tipikal.id — Jokowi terima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari masyarakat adat Lampung Pepadun dalam prosesi adat yang berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). Pemberian gelar tersebut menjadi salah satu agenda pada hari kedua safari politik Presiden ke-7 RI di […]

  • Sudirman Terpilih Jadi Ketua RT 03 Langkapura, Lurah Ajak Warga Bersatu Bangun Lingkungan

    Sudirman Terpilih Jadi Ketua RT 03 Langkapura, Lurah Ajak Warga Bersatu Bangun Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Andi Rahmat
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, TIPIKAL.ID– Pemilihan Ketua RT 03 Lingkungan 2, Kelurahan Langkapura, berlangsung demokratis, tertib, dan penuh antusiasme pada Minggu (3/5/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang kontestasi, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan warga. Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati lokasi pemungutan suara. Dari total 173 daftar pemilih, sebanyak 139 warga menggunakan hak pilihnya. Tingginya partisipasi […]

  • Bakti Sosial Persit KCK Bantu Ringankan Beban Warga Sinar Laut
    Tni

    Bakti Sosial Persit KCK Bantu Ringankan Beban Warga Sinar Laut

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Bakti Sosial Persit KCK Dekatkan TNI dengan Masyarakat BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Bakti sosial Persit KCK Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten menghadirkan kepedulian langsung bagi warga Kampung Sinar Laut, Kota Karang, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan Persit dengan masyarakat. Danrem 043/Gatam Hadir Bersama Persit Danrem 043/Gatam Brigjen […]

  • Sinergi TNI-Polri Makin Solid di HUT Bhayangkara ke-80 Lampung

    Sinergi TNI-Polri Makin Solid di HUT Bhayangkara ke-80 Lampung

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Sinergi TNI-Polri Makin Solid, Danrem 043/Gatam Hadiri Syukuran HUT Bhayangkara ke-80 Bandar Lampung, Tipikal.id — Sinergi TNI-Polri kembali menguat setelah Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Lampung di Mapolda Lampung, Jalan Terusan Ryacudu, Jati Agung, Lampung Selatan, Kamis (2/7/2026). […]

  • Bantuan Sembako Polsek Sungkai Selatan untuk Warga

    Bantuan Sembako Polsek Sungkai Selatan untuk Warga

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Bantuan Sembako Polsek Sungkai Selatan bagi Warga Kurang Mampu Lampung Utara, TIPIKAL.ID — Polsek Sungkai Selatan menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di Desa Karang Rejo, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut mendukung Commander Wish Kapolda Lampung Point 8 tentang optimalisasi kegiatan bakti sosial Kegiatan sosial itu dipimpin Wakapolsek Sungkai […]

expand_less