Kakanwil Kemenag Lampung Ajak Sekolah Tanamkan Etika Jurnalistik
- account_circle Andi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kemenag Lampung Dorong Literasi dan Etika Jurnalistik Sejak Dini
BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Kakanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, S.Ag.,M.Hum.,mengajak sekolah dan madrasah menanamkan etika jurnalistik sejak dini kepada peserta didik. Langkah ini bertujuan membentuk generasi yang kritis, jujur, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Zulkarnain menyampaikan ajakan tersebut saat membuka sekaligus memberikan materi dalam Workshop Mengelola Program Reporter Cilik Sekolah yang diselenggarakan Lampung Post di Hotel Horison, Bandar Lampung, Sabtu (7/11/2026).
-
Literasi Digital Harus Beriringan dengan Etika Jurnalistik
Zulkarnain menjelaskan, perkembangan teknologi informasi membuat anak-anak semakin mudah mengakses dan menyebarkan informasi. Karena itu, sekolah perlu memperkuat literasi digital sekaligus mengenalkan prinsip-prinsip jurnalistik kepada peserta didik.
“Anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kebenarannya, dan memahami dampak dari setiap informasi yang disampaikan. Dalam ajaran Islam, kita mengenal tabayyun, yaitu memastikan kebenaran berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ujar Zulkarnain.
Menurutnya, pengenalan jurnalistik sejak usia sekolah tidak hanya bertujuan mencetak wartawan cilik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekitar.
-
Sekolah Perlu Memberikan Ruang Kreativitas Siswa
Selanjutnya, Zulkarnain berharap sekolah dan madrasah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis, membaca, melakukan wawancara, serta menyampaikan informasi berdasarkan fakta.
Ia menegaskan bahwa jurnalistik mengandung nilai kejujuran dan tanggung jawab yang perlu anak-anak pahami sejak dini.
“Jurnalistik mengajarkan anak-anak untuk jujur, berani, dan bertanggung jawab. Jangan sampai mereka terbiasa menyampaikan informasi tanpa mengetahui kebenarannya. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan sejak dini,” katanya.
-
Lampung Post Dorong Budaya Literasi Pelajar
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Lampung Post, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa program Reporter Cilik menjadi salah satu upaya media untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi di kalangan pelajar.
Menurut Abdul Ghofur, anak-anak membutuhkan kesempatan untuk mengenal dunia jurnalistik melalui pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.
“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, dan keberanian dalam menyampaikan gagasan. Melalui program Reporter Cilik, mereka belajar bagaimana mencari informasi, melakukan wawancara, serta menyusun berita secara sederhana,” ujar Abdul Ghofur.
Selain itu, ia menilai keberhasilan program Reporter Cilik membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Kolaborasi tersebut mencakup sekolah, madrasah, guru, orang tua, hingga insan pers.
-
Libatkan 36 Sekolah dan Madrasah di Lampung
Workshop Mengelola Program Reporter Cilik Sekolah ini melibatkan peserta dari 19 madrasah dan 17 sekolah umum.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung turut berpartisipasi.
Melalui kegiatan ini, sekolah dan madrasah mendapat ruang untuk mendorong budaya literasi sekaligus mengenalkan keterampilan jurnalistik kepada peserta didik sejak usia dini.
Dengan demikian, program Reporter Cilik diharapkan dapat membantu membangun generasi muda yang kritis, kreatif, berani menyampaikan gagasan, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
- Penulis: Andi




