Breaking News
dark_mode

Ketika Sang Pemburu Koruptor Diburu Hukum: Negara Sedang Menguji Dirinya Sendiri

  • account_circle Andi
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • print Cetak

Kepercayaan Publik Sedang Dipertaruhkan

Opini Oleh : Andi Rahmat (Pimpinan Redaksi Tipikal.Id)

Lampung, Tipikal.id — Apa jadinya jika orang yang selama ini memimpin perburuan terhadap koruptor justru harus menjalani proses hukum?

Pertanyaan itu kini bergema di ruang publik setelah mencuatnya kasus yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Terlepas dari bagaimana akhir proses hukumnya nanti, satu hal sudah pasti: yang sedang dipertaruhkan bukan hanya nama seseorang, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Selama beberapa tahun terakhir, Kejaksaan Agung menjadi salah satu institusi penegak hukum yang paling mendapat sorotan positif. Berbagai perkara korupsi bernilai triliunan rupiah berhasil diungkap, sejumlah pejabat dan pengusaha diproses, dan publik mulai percaya bahwa negara tidak lagi ragu menyentuh para pelaku kejahatan kerah putih.

Namun, kepercayaan publik bukan sesuatu yang abadi. Ia dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa runtuh hanya dalam satu kasus apabila tidak ditangani secara terbuka, jujur, dan profesional.

  • Praduga Tak Bersalah Bukan Penghalang Kritik

Publik tentu harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Seseorang tidak dapat dinyatakan bersalah hanya karena diperiksa atau bahkan ditetapkan sebagai tersangka. Putusan pengadilanlah yang menjadi penentu. Akan tetapi, menghormati proses hukum tidak berarti mematikan hak publik untuk bertanya.

  • Saatnya Mengevaluasi Sistem Pengawasan

Bagaimana sistem pengawasan terhadap pejabat penegak hukum selama ini bekerja? Apakah mekanisme pengawasan internal benar-benar efektif? Mengapa dugaan terhadap aparat penegak hukum kerap baru mencuat setelah berada di titik tertentu?

Pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting daripada sekadar memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah.

  • Hukum Tidak Boleh Terjebak Ego Lembaga

Kasus ini juga tidak boleh digiring menjadi persaingan antarpenegak hukum. Bila publik disuguhi narasi konflik antarinstansi, maka substansi pemberantasan korupsi justru akan tenggelam. Yang dibutuhkan masyarakat bukan pertarungan ego kelembagaan, melainkan kepastian bahwa setiap dugaan pelanggaran diproses secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi.

  • Equality Before the Law Harus Menjadi Kenyataan

Negara hukum hanya akan dihormati apabila hukum benar-benar berlaku sama bagi semua orang. Tidak peduli apakah ia rakyat biasa, pejabat tinggi, aparat penegak hukum, atau tokoh yang selama ini dikenal sebagai pemburu koruptor. Prinsip equality before the law tidak boleh berhenti menjadi slogan di atas kertas.

Kasus ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan aparatur penegak hukum. Integritas tidak cukup dibangun melalui pidato, slogan, atau konferensi pers. Integritas harus dijaga dengan sistem yang mampu mendeteksi penyimpangan sejak dini, memperkuat pengawasan, dan memastikan setiap pejabat publik dapat dimintai pertanggungjawaban.

  • Transparansi Menjadi Kunci Kepercayaan Publik

Masyarakat juga berhak mengetahui fakta secara utuh. Dari mana asal aset yang dipersoalkan? Bagaimana konstruksi dugaan tindak pidana itu dibangun? Siapa saja yang diduga terlibat? Semua pertanyaan tersebut harus dijawab melalui proses hukum yang transparan dan dapat diuji di pengadilan, bukan melalui opini liar di media sosial.

  • Negara Sedang Menguji Dirinya Sendiri

Pada akhirnya, perkara ini bukan hanya tentang seorang mantan Jampidsus.

Ini adalah ujian bagi negara.

Apakah hukum benar-benar memiliki keberanian untuk membersihkan dirinya sendiri? Ataukah hukum hanya tampak tegas ketika berhadapan dengan orang lain, tetapi menjadi ragu ketika harus menyentuh lingkaran kekuasaan?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan apakah kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga atau justru semakin terkikis.

Karena sesungguhnya, musuh terbesar pemberantasan korupsi bukan hanya koruptor. Musuh terbesarnya adalah hilangnya integritas dalam institusi yang seharusnya menjadi benteng terakhir pencari keadilan.

Dan ketika benteng itu mulai retak, yang dipertaruhkan bukan hanya nama sebuah lembaga, melainkan wibawa negara di mata rakyatnya.

  • Penulis: Andi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Debu Dusun Kemang Ganggu Warga, Truk Proyek Gudang Kopi Disorot

    Debu Dusun Kemang Ganggu Warga, Truk Proyek Gudang Kopi Disorot

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Debu Dusun Kemang Ganggu Aktivitas Warga Akibat Truk Proyek Lampung Selatan, Tipikal.id – Debu Dusun Kemang menjadi keluhan utama warga akibat aktivitas truk pengangkut tanah uruk untuk pembangunan gudang pengolahan kopi di Dusun Kemang, Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang. Warga menilai lalu lintas kendaraan bertonase besar menimbulkan debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan potensi […]

  • Pangdam XXI RI Tegaskan Kemanunggalan Rakyat Kekuatan Yonif

    Pangdam XXI RI Tegaskan Kemanunggalan Rakyat Kekuatan Yonif

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Pangdam XXI RI Tekankan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Lampung Tengah, Tipikal.id — Pangdam XXI RI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi fondasi utama sekaligus sumber kekuatan bagi prajurit Yonif TP 943/DPC dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau kesiapan Yonif TP 943/DPC di […]

  • Jimpitan Jadi Agenda Utama Musyawarah Warga Dusun 3

    Jimpitan Jadi Agenda Utama Musyawarah Warga Dusun 3

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jimpitan Jadi Fokus Pembahasan Laporan Keuangan Warga Lampung Selatan, Tipikal.id — Jimpitan menjadi agenda utama dalam musyawarah warga RT 09 dan RT 10 Dusun 3 Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (20/6/2026). Warga membahas laporan keuangan yang mencakup pemasukan, pengeluaran, serta pengelolaan dana sosial yang mereka gunakan untuk kegiatan kemasyarakatan dan persiapan […]

  • Pengamanan Penutupan Bulan Maria Berjalan Aman di Kotabumi

    Pengamanan Penutupan Bulan Maria Berjalan Aman di Kotabumi

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Pengamanan Penutupan Bulan Maria Libatkan Personel Gabungan Polres Lampung Utara Lampung Utara, TIPIKAL.ID —Pengamanan Penutupan Bulan Maria menjadi fokus Polres Lampung Utara saat umat Gereja Katolik Paroki Kabar Gembira Kotabumi menggelar ibadah Penutupan Bulan Maria di Goa Maria Rumah Kita, Kabupaten Lampung Utara, Minggu (31/5/2026). Kegiatan keagamaan yang diikuti sekitar 300 jemaat tersebut berlangsung khidmat, […]

  • Kafilah MTQ Lampung Dilepas, Siap Berlaga di Jawa Tengah

    Kafilah MTQ Lampung Dilepas, Siap Berlaga di Jawa Tengah

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Kafilah MTQ Lampung Bawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional BANDAR LAMPUNG, Tipikal.id — Kafilah MTQ Lampung resmi berangkat untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Lampung melepas 57 anggota kafilah dalam acara di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/9/2026). Pelepasan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi […]

  • Sopir Ekspedisi Bawa Kain Jakarta, Berujung di Polda Lampung

    Sopir Ekspedisi Bawa Kain Jakarta, Berujung di Polda Lampung

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    Rangkaian Perjalanan Sopir Ekspedisi dari Lampung ke Jakarta Bandar Lampung, Tipikal.id — Sopir ekspedisi Mokhamad Syaefudin, asal Jawa Barat, menghadapi persoalan hukum setelah membawa muatan kain dari wilayah Tulang Bawang, Lampung, menuju Jakarta. Syaefudin mengaku menjalankan pengiriman tersebut berdasarkan arahan pihak yang mencarikan muatan. Namun, setibanya di Jakarta, sejumlah orang memeriksa muatan yang ia bawa. […]

expand_less