Iran Bantah Trump, Kesepakatan Damai Belum Ditandatangani
- account_circle Andi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Iran Bantah Trump, Kesepakatan Damai Belum Ditandatangani
Jakarta, Tipikal.id — Iran bantah Trump terkait klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah akan ditandatangani pada Minggu, 14 Juni 2026. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan proses negosiasi belum rampung dan tidak ada agenda penandatanganan kesepakatan pada hari tersebut.
IRGC menyampaikan bantahan itu setelah Trump mengumumkan bahwa kesepakatan yang telah lama dinantikan akan segera diteken dan membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.
-
IRGC Sebut Penandatanganan Belum Bisa Dilakukan
Dilansir dari CNN, Minggu (14/6/2026), IRGC menilai jadwal penandatanganan yang disampaikan Trump menjadi ujian bagi tim negosiasi Iran. Menurut mereka, proses pembahasan dokumen kesepakatan masih berlangsung.
IRGC juga menegaskan bahwa pihak Iran telah menyampaikan posisi mereka kepada publik.
“meskipun para negosiator Iran secara eksplisit menyatakan bahwa memorandum tersebut belum diselesaikan dan penandatanganan pada hari Minggu pasti tidak akan terjadi.”
Selain itu, melalui unggahan di Telegram, IRGC mengaitkan pernyataan Trump dengan momentum ulang tahunnya yang jatuh pada 14 Juni.
-
Iran Soroti Motif di Balik Pernyataan Trump
Lebih lanjut, IRGC menilai terdapat alasan simbolis di balik keinginan Trump untuk mempercepat penandatanganan kesepakatan tersebut.
“Beberapa pengamat percaya bahwa kegigihannya mungkin didorong oleh keinginan untuk menggunakan kesempatan itu secara simbolis dan mengubahnya menjadi acara publisitas pribadi,”
Pernyataan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan antara Washington dan Teheran terkait perkembangan negosiasi yang sedang berlangsung.
-
Trump Klaim Kesepakatan Segera Dibuka untuk Publik
Sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran akan segera ditandatangani. Ia juga menyebut kesepakatan itu akan membawa dampak besar bagi jalur perdagangan energi global.
Melalui akun Truth Social miliknya pada Sabtu (13/6), Trump menyampaikan optimisme terhadap hasil perundingan tersebut.
“Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA,”
Trump menilai pembukaan kembali Selat Hormuz akan membantu memperlancar distribusi energi dunia sekaligus mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
-
Perbedaan Sikap Masih Warnai Negosiasi
Meski Trump menunjukkan keyakinan tinggi terhadap tercapainya kesepakatan, pemerintah Iran masih mempertahankan sikap berbeda. Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya juga mengindikasikan bahwa proses penandatanganan tidak akan berlangsung pada Minggu.
Karena itu, perbedaan pernyataan dari kedua pihak menunjukkan bahwa negosiasi masih berjalan dan belum mencapai tahap final untuk ditandatangani secara resmi. (Andi Rahmat)
- Penulis: Andi



